Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes Berdayakan Ibu Ibu Lokal Siapkan Makanan Tambahan Bergizi

📅 Senin, 14 Okt 2024, 15:55 WIB | Oleh:
Kemenkes Berdayakan Ibu Ibu Lokal Siapkan Makanan Tambahan Bergizi Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Kepala BPOM RI Taruna Ikrar saat mengunjungi proses produksi Rumah Produksi Pangan di Kelurahan Panggungharjo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Senin (14/10).

Bantul -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberdayakan ibu-ibu lokal untuk menyiapkan makanan tambahan berbahan pangan lokal guna diberikan kepada anak bawah lima tahun (balita) dan ibu hamil di daerah setempat yang mempunyai masalah gizi.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin usai meninjau rumah produksi pangan Kelurahan Panggungharjo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin, mengatakanawalnya Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) itu makanannya dicetak pusat, seperti biskuit, yang dikirim ke daerah.

"Makanya kita pingin mengubah modelnya, karena model yang paling bagus makanan itu diracik, disiapkan, disajikan, oleh ibu ibu lokal, itu sebabnya namanya PMT lokal, makanan tambahan lokal," kata Menkes Budi.

Menurut dia, Program PMT berbahan pangan lokal untuk penanganan gizi tersebut sudah berjalan sejak dua tahun lalu dan saat ini anggaran untuk program tersebut didorong ke sebanyak 10 ribu puskesmas se-Indonesia.

"Sehingga bisa memberdayakan ibu-ibu untuk membuat makanan saji yang dimasak setiap hari oleh ibu-ibu sendiri, dengan jumlah dan ragam gizi yang cukup untuk balita dan ibu hamil," kata Menkes.

Dengan demikian, lanjut Menkes, semua ibu-ibu lokal bisa masak menyajikan makanan siap sajidan bagaimana cara serta prosedur membuat makanan yang sesuai standar dibantu dan didampingi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Dan juga dibuat rumah produksi pangan untuk distandarisasi di sini, kebersihan juga distandarisasi, sehingga satu rumah seperti ini bisa masak antara 30 sampai 100 porsi untuk balita atau ibu hamil yang punya masalah gizi," kata Menkes.

Dengan demikian, kata dia, dalam melaksanakan Program PMT berbahan pangan lokal iniKemenkes bersinergi dengan BPOM yang memiliki Program Desa Pangan Aman. Salah satunya adalah di Kelurahan Panggungharjo, Kabupaten Bantul.

"Jadi ini sinergi antara kita yang memiliki kebijakan dan anggaran, sementara BPOM memberikan prosedurnya, tata cara, keamanannya, kecukupan, keragamannya, itu BPOM yang paling tahu," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.