Sekjen PBB Guterres Soroti Pentingnya Pakta Masa Depan PBB bagi Masyarakat Asean

Sabtu, 12 Okt 2024, 00:04 WIB

Jakarta - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyoroti pentingnya Pakta Masa Depan yang diadopsi PBB bagi masyarakat di negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean).

"Izinkan saya menunjukkan empat area utamanya," kata Guterres dalam pernyataannya padaKTT Asean-PBB ke-14 di Vientiane, Laos, Jumat (11/10), merujuk pada poin-poin penting di dalam pakta tersebut.

Melalui keterangan pusat informasi PBB (UNIC) yang diterima di Jakarta, empat area penting yang Guterrespaparkan dalam pernyataannya adalah konektivitas, keuangan, iklim, dan perdamaian.

Terkait konektivitas, Guterres menyebutkan tujuan fundamental dari konektivitas adalah teknologi harus memberikan manfaat bagi semua orang.

"Di seluruh Asia Tenggara, konektivitas internet pita lebar dan seluler telah meningkat pesat. Namun, kesenjangan digital masih ada. Dan kini, kesenjangan baru telah hadir di antara kita -- kesenjangan Kecerdasan Buatan (AI)," katanya.

Menurutnya, setiap negara harus dapat mengakses dan memperoleh manfaat dari teknologi tersebut, dan juga dilibatkan dalam pengambilan keputusan tentang tata kelola negara mereka.

"Pakta Masa Depan PBB itu juga mencakup terobosan besar -- perjanjian universal pertama yang sesungguhnya tentang tata kelola internasional Kecerdasan Buatan yang akan memberikan setiap negara ruang dalam pengembangan AI," katanya.

Pakta tersebut juga menyerukan kemitraan internasional untuk meningkatkan pembangunan kapasitas AI di negara-negara berkembang.

Selain itu, pakta tersebut juga mewajibkan pemerintah untuk membentuk Panel Ilmiah internasional independen tentang AI dan memulai dialog global tentang tata kelolanya di PBB.

Kemudian, Guterresmenyoroti poin penting berikutnya, yaitu soalkeuangan.

Dalam hal itu, dia mengatakan bahwa lembaga keuangan internasional tidak dapat lagi menyediakan jaring pengaman global atau menawarkan dukungan yang dibutuhkan negara-negara berkembang.

Sementara Pakta Masa Depan justru mendorong negara-negara tentang perlunya mempercepat reformasi arsitektur keuangan internasional untuk menutup kesenjangan pembiayaan bagi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Pakta Masa Depan PBB itu juga ingin memastikan setiap negara dapat menjamin investasi berkelanjutan dalam pembangunan jangka panjang, dan memperkuat representasi negara-negara berkembang.

Selain itu, Pakta tersebut juga menyerukan negara-negara G20 untuk memimpin Stimulus SDGs sebesar 500 miliar dolar AS (sekitar Rp7,79 kuadriliun) per tahun.

Poin berikut, terkait isu iklim, Guterres menekankan perlunya langkah dramatis untuk mengurangi emisi.

Menurutnya, setiap negara pada tahun depan harus menghasilkan Kontribusi yang Ditentukan secara Nasional (NDC) baru yang sejalan dengan pembatasan kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celsius.

Negara-negara maju juga harus menepati janji mereka untuk menggandakan pendanaan adaptasi.

Sementara itu, terkait isu perdamaian, Guterres mengakui peran konstruktif Asean dalam mengupayakan dialog dan cara-cara damai dalam menyelesaikan pertikaian mulai dari Semenanjung Korea hingga Laut Cina Selatan.

"Dan saya mengapresiasi tindakan Anda yang sepenuhnya menghormati Piagam PBB dan hukum internasional -- termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut," katanya.

Terkait konflik di Myanmar, Guterres mendukung kerja sama yang diperkuat antara Utusan Khusus PBB dan Ketua Asean mengenai cara-cara inovatif untuk mempromosikan proses yang dipimpin Myanmar, termasuk melalui implementasi Konsensus Lima Poin Asean yang efektif dan komprehensif.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Polisi Ungkap Pencurian Emas Rp350 Juta di Pacitan

3 Jembatan Garuda Perintis Merah Putih Diresmikan di Bima, Akses Warga Kini Makin Mudah

120 Calon Bintara TNI AD Berebut Lolos di Manado, Pangdam Ungkap Syarat Pentingnya

Asep Minta Politik Bekasi Tak Sekadar Adu Kepentingan, Kemajuan Daerah Harus Jadi Tujuan

Gebrakan Pemkot Banjarmasin! Pemuda Didorong Jadi Penggerak Pembangunan Daerah

Bukan Sekadar Final! Grand Final IPL Jadi Panggung Uji Asian Games 2026

Strategi Baru Apriyani! Ubah Pola demi Adaptasi di Ganda Campuran

Ambisi Besar Teofimo Lopez: Kuasai Welter WBA, Kini Kejar Gelar Juara Sejati

Anthony Gordon Siap Main sebagai Nomor 9, Ketajamannya Bakal Diuji!

Robert Pattinson Disebut Akan Main dalam Film Horor Pertama Christopher Nolan

Transfer Besar Segera Terwujud! Manchester City Sepakat Datangkan Allan Elias

Transfer Nico Gonzalez ke Newcastle United Kian Nyata, Tinggal Tunggu Ini!

Kabar Baik untuk Warga Banten, Legalitas Tanah Kini Ditargetkan Selesai 10 Hari

Kabar Mengejutkan dari AS, Biaya Visa Kerja H-1B Bisa Tembus Rp1,82 Miliar

Hampir Separuh Warga Terjangkau! Cakupan Cek Kesehatan Gratis di Lebak Capai 47,52 Persen

Polwan Masuk Sekolah! Pelajar Didorong Lebih Disiplin dan Tak Takut Berbicara

Asap Karhutla Makin Meluas, Sejumlah Wilayah Perbatasan Sumbar Terdampak

Resmi Diresmikan! Tiga Jembatan Garuda Perintis Merah Putih Jadi Ikon Baru Kota Bima

Jangan Nekat Bakar Lahan! BPBD Sulteng Ingatkan Ada Ancaman Sanksi Pidana

Warga Rusia Korban TPPO Myanmar Akhirnya Ditangani Thailand, Ini Kondisinya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.