Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Nihon Hidankyo, Organisasi Penyintas Bom Atom Jepang yang Meraih Nobel Perdamaian

📅 Sabtu, 12 Okt 2024, 14:19 WIB | Oleh: Tim Penulis

Masih banyak yang harus dilakukan

Di Jepang, Nihon Hidankyo bekerja keras untuk menantang posisi pemerintah terkait senjata nuklir. Meski telah menjadi korban peristiwa tragis di Hiroshima dan Nagasaki, Pemerintah Jepang mendukung senjata nuklir AS dan mengandalkannya sebagai kekuatan pencegah (deterrent) terhadap beberapa negara tetangga bersenjata nuklir.

Pemerintah Jepang yang berkeras akan pentingnya senjata nuklir untuk keamanan nasional dan dilihat sebagai sikap kontroversial bagi banyak orang di Jepang. Setiap anak sekolah di Jepang, misalnya, biasanya mengunjungi Hiroshima atau Nagasaki untuk mempelajari sejarah dan dampak mengerikan dari senjata nuklir.

Keputusan untuk memberikan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Nihon Hidankyo datang di waktu yang tepat. Pada 2023, sembilan kekuatan nuklir dunia menghabiskan lebih dari US$91 miliar (Rp1.417 triliun) untuk senjata nuklir. Dan sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin berulang kali mengancam untuk menggunakan persenjataan nuklirnya.

Perkembangan yang mengkhawatirkan ini diakui oleh Komite Nobel. Saat memberikan penghargaan kepada Nihon Hidankyo, komite menyatakan bahwa "sangat mengkhawatirkan bahwa saat ini, penolakan terhadap penggunaan senjata nuklir sedang berada di bawah tekanan."

Kekuatan nuklir dunia-terutama Cina dan AS-sedang meningkatkan dan memodernisasi persenjataan mereka. Korea Utara terus mengembangkan program senjata nuklirnya. Dan ketegangan dengan cepat meningkat antara Israel yang bersenjata nuklir dan Iran yang hampir memiliki senjata nuklir.

Ancaman yang ditimbulkan oleh senjata nuklir kini lebih nyata daripada kapan pun sejak perang dingin. Dengan hanya tersisa sekitar 100.000 hibakusha yang masih hidup, sangat penting bagi kita untuk mendengarkan suara dan peringatan mereka.The Conversation

Eirini Karamouzi, Senior Lecturer in Contemporary History, University of Sheffield dan Luc-André Brunet, Senior Lecturer in Contemporary International History, The Open University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.