Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Kapuas dukung edukasi petani penguatan ketahanan pangan

📅 Kamis, 10 Okt 2024, 16:00 WIB | Oleh:
Pemkab Kapuas dukung edukasi petani penguatan ketahanan pangan Doc: ANTARA/HO-Pemdes Tumbang Mangkutup???????
Ket. Kepala Desa Tumbang Mangkutup Suriato, memberikan paparanya kepada para peserta kelompok tani di desa setempat, Rabu (9/10/2024).

Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mendukung Pemerintah Desa Tumbang Mangkutup, Kecamatan Mantangai memberikan pelatihan kepada kelompok tani melalui sekolah lapangan sebagai bagian dari program perhutanan sosial dan ketahanan pangan.

"Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani dalam pengelolaan lahan secara berkelanjutan serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut," kata Kepala Dinas Pemberdayaan, Masyarakat Desa (DPMD) Kapuas Budi Kurniawan di Kuala Kapuas, Kamis.

Pelatihan sekolah lapangan ini diberikan kepada dua kelompok tani di Desa Tumbang Mangkutup dan Dusun Tuanan, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas.

Kepala Desa Tumbang Mangkutup Suriato mengatakan sekolah lapangan ini difokuskan pada teknik budi daya yang ramah lingkungan, pemanfaatan sumber daya alam secara bijak, serta peningkatan produktivitas pertanian.

Melalui program perhutanan sosial, para petani dilatih untuk mengelola hutan secara kolektif, dengan mengintegrasikan kegiatan kehutanan dan pertanian.

"Tujuannya adalah memastikan kelestarian hutan sambil mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar," katanya.

Di sisi lain, lanjutnya, aspek ketahanan pangan dalam pelatihan ini difokuskan pada diversifikasi tanaman dan optimalisasi hasil pertanian lokal.

Petani diajarkan cara menanam berbagai jenis tanaman pangan yang sesuai dengan kondisi setempat, serta teknik pengolahan pascapanen yang efektif.

Diharapkan, upaya ini mampu membantu petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga pasar.

Dengan adanya program ini, masyarakat Desa Tumbang Mangkutup dan Dusun Tuanan diharapkan mampu memanfaatkan potensi lokal secara optimal dan berkelanjutan.

Melalui sekolah lapangan ini, kedua kelompok tani tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis, tetapi juga didorong untuk membangun jaringan dan berbagi pengetahuan antaranggota komunitas.

Program ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kemandirian petani serta mewujudkan pertanian yang berkelanjutan di daerah setempat.

Kegiatan ini, tambahnya, adalah bagian dari program pemerintah desa setempat sebagai bentuk dukungan besar terhadap kelompok-kelompok tani yang ada.

Tujuannya untuk pengembangan perekonomian melalui program perhutanan sosial maupun kelompok ketahanan pangan yang berimbas terhadap ekonomi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

23 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Presiden Serbia Aleksandar ...

Trump Tawarkan Tiongkok Membeli Senjata Buatan AS

36 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Tawarkan Tiongkok Mem...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.