Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keterbatasan Air Lahan Jadi Prioritas

📅 Rabu, 09 Okt 2024, 10:43 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Keterbatasan Air Lahan Jadi Prioritas Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemerintah tahun ini fokus menjaga stabilitas produksi di sejumlah daerah rawan kekeringan. Terlebih lagi, krisis air ini dialami oleh beberapa daerah yang menjadi sentra produksi padi.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menegaskan lahan pertanian sebagai fondasi utama perekonomian Indonesia. Tantangan seperti perubahan iklim dan keterbatasan akses air menjadi fokus utama pemerintah saat ini.

"Pemerintah saat ini tengah memprioritaskan program-program untuk menjamin ketersediaan air sepanjang tahun, khususnya di wilayah rawan kekeringan. Salah satu program unggulan tersebut adalah pembangunan embung dan saluran irigasi di desa-desa," tegasnya di Jakarta, Selasa (8/10).

Wamentan menyampaikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memastikan lahan pertanian mendapatkan akses air yang mencukupi.

"Dengan adanya embung (bangunan berbentuk kolam yang berfungsi untuk menampung air hujan, air limpasan, atau air rembesan), para petani diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat," jelas Sudaryono.

Dia menjelaskan fenomena kekeringan juga terjadi di Jawa Tengah, salah satu daerah lumbung pangan nasional. Bersama tim, dirinya baru berkunjung ke Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.

Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret mengatasi masalah kekeringan yang sering dihadapi petani dan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Wamentan juga menargetkan perluasan area tanam padi di seluruh Indonesia menjadi 1,2 juta hektare pada Oktober 2024, dengan Pati, Kudus, Demak, Jepara, dan Grobogan sebagai daerah sentra produksi beras.

"Kalau kita bicara swasembada pangan, masyarakat harus aktif menanam. Kita ingin agar semua petani mulai melakukan aktivitas menanam padi di lahan yang dekat dengan perairan," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Niken Tri Meiningrum, menyampaikan perluasan area tanam dapat berdampak positif, khususnya di daerahnya.

Dia menambahkan pihaknya berupaya meningkatkan capaian produksi padi dengan meningkatkan ketersediaan air irigasi melalui pompanisasi dan irigasi perpompaan untuk percepatan olah tanah dan tanam.

"Perluasan area tanam padi perlu mendapatkan intervensi khusus, karena berpengaruh terhadap stabilitas keamanan pangan," tuturnya.

Atasi Masalah

Salah satu petani, Slamet Raharjo, mengungkapkan dampak kekeringan yang dialami para petani, termasuk harus membeli air tangki untuk mengairi lahan sawah. "Satu kotak bisa memerlukan hingga 10 tangki air, sedangkan hasil panen hanya 10 sak," keluhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.