Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tupperware Bangkrut, Sinyal Kejatuhan MLM di Era Digital

📅 Selasa, 08 Okt 2024, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tupperware Bangkrut, Sinyal Kejatuhan MLM di Era Digital Doc: The Conversation/Shutterstock/Oleksiichik
Ket. Tupperware mencoba memasarkan produknya di gerai offline.

Andrew Hughes, Australian National University

Tupperware adalah salah satu merek ikonik yang dikenal luas di seluruh Australia (termasuk juga di Indonesia).

Saya sendiri masih ingat betul bagaimana ibu saya mengadakan pesta yang hampir seluruh wadah makanannya disokong oleh Tupperware dalam beragam bentuk dan ukuran. Buat sebagian orang, kotak makanan warna-warni khas Tupperware sangat praktis untuk membawa bekal ke kantor. Tupperware juga diandalkan untuk menghangatkan makanan dengan microwave.

Jadi, nasib sial apa yang menerpa Tupperware sehingga bisa berujung pada kebangkrutan.

Merek ini adalah salah satu penggagas model bisnis multi-level marketing (MLM) yang paling termasyhur di dunia. Fenomena ini menjadi pertanda model MLM mendapat tekanan serius di era digital seperti saat ini.

Dalam dokumen resmi di sidang kepailitan kepala restrukturisasi Tupperware menuliskan:

"Hampir semua orang tahu Tupperware, tapi sekarang makin sedikit yang tahu di mana belinya"

Jadi apa itu sebenarnya MLM? Dan pelajaran apa yang bisa kita petik dari kasus Tupperware ini?

Mengenal multi-level marketing

Dalam skema MLM, kita tidak lagi menaruh barang dagangan di gerai supermarket. Sebaliknya, kita merekrut tenaga penjual/sales yang memasarkan produk secara langsung kepada pembeli. Skema kerja samanya berupa komisi berdasarkan seberapa banyak mereka menjual, bukan lagi gaji tetap.

Namun yang membuatnya dinamai 'multi-level' adalah adanya skema insentif bagi para sales untuk merekrut sales baru. Di luar penjualan, kemampuan seorang sales MLM dalam merekrut sales baru di bawahnya-lalu di bawahnya lagi dan seterusnya-adalah indikator kenaikkan jenjang karier mereka dalam perusahaan. Bahkan komisi yang didapat dari rekrutmen sales tidak jarang lebih tinggi daripada menjual barang itu sendiri.

Tentunya, prospek metode pemasaran ini terlihat sangat cerah di awal-awal kemunculannya.

Para sales di tingkat bawah termotivasi mengikuti keberhasilan sales di atasnya dalam meraup banyak insentif. Belum lagi, banyak merek MLM yang bahkan hingga kini menggelar acara penghargaan besar-besaran, merayakan penghasilan tertinggi dan terbaik mereka, sehingga makin memicu semangat para sales di tingkat bawah.

Di sisi lain, bagi pelanggan, undangan ke acara seperti ini menjadi momen seru dan unik. Pelanggan yang diundang seolah menjadi bagian dari lingkaran pertemanan seseorang. Kamu bisa bersosialisasi, bergaul, dan mungkin mengeluarkan sedikit uang untuk membantu teman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.