Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lingkungan Jadi Pusat Perhatian Jelang Pertemuan Puncak Global

📅 Senin, 07 Okt 2024, 08:58 WIB | Oleh: Tim Penulis

Hasil pemilu AS, enam hari sebelum COP29 dimulai, dapat menimbulkan tantangan mendadak pada negosiasi akhir, yang sejauh ini terbukti memecah belah.

Masih harus dilihat berapa banyak pemimpin dunia yang bepergian ke Baku, ibu kota di Laut Kaspia, beberapa diperkirakan akan memfokuskan energinya pada COP30 di Brazil tahun depan.

Penggurunan

Yang paling tidak menonjol dari ketiga COP ini, sesi di Arab Saudi ini membahas hilangnya lahan subur menjadi gurun, namun tetap saja penting.

Variasi iklim seperti kekeringan dan aktivitas manusia seperti penggembalaan berlebihan dapat mengakibatkan penggurunan, suatu proses yang terutama terjadi di daerah kering di mana lahan terdegradasi dan menjadi tidak produktif.

Para ahli berharap COP16 tentang penggurunan, yang dijadwalkan berlangsung di Riyadh dari tanggal 2 hingga 13 Desember, dapat bertindak sebagai titik balik dalam mengatasi masalah ini.

"Pembahasan akan difokuskan pada cara memulihkan 1,5 miliar hektare lahan pada tahun 2030, serta menyusun kesepakatan untuk mengelola kekeringan yang sudah memengaruhi banyak wilayah di dunia," kata Arona Diedhiou dari Institut Penelitian Nasional Prancis untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Plastik

Pada tahun 2022, sekitar 175 negara sepakat untuk mempercepat negosiasi menuju perjanjian pertama di dunia mengenai polusi plastik, dan sesi terakhir akan dimulai pada tanggal 25 November di Korea Selatan.

Perjanjian ini bertujuan untuk mengumpulkan respons internasional terhadap sampah plastik yang mencemari lingkungan, dari lautan dan sungai hingga gunung dan es laut.

Beberapa negara menginginkan perjanjian tersebut untuk membatasi berapa banyak plastik yang dapat dibuat sementara yang lain -- khususnya negara-negara penghasil minyak dan gas yang menyediakan bahan mentah untuk membuat plastik -- menginginkan fokus pada daur ulang.

Hellen Kahaso Dena, kepala Proyek Plastik Pan-Afrika Greenpeace, berharap negara-negara "akan menyetujui perjanjian yang memprioritaskan pengurangan produksi plastik".

"Tidak ada waktu terbuang dengan pendekatan yang tidak akan menyelesaikan masalah," kata aktivis tersebut kepada AFP.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...
MILITER

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

44 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Militer Korsel Nyaris Temba...
Ekonomi
XL Dinobatkan Sebagai Best ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.