Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gangguan Tidur pada Anak Dapat Picu Risiko Serius

📅 Sabtu, 05 Okt 2024, 15:00 WIB | Oleh:
Gangguan Tidur pada Anak Dapat Picu Risiko Serius Doc: Istimewa

Mimpi buruk setiap hari dikaitkan dengan risiko kecenderungan bunuh diri yang lebih tinggi pada anak-anak di usia 10 tahun. Biasanya, gangguan tidur pada anak dianggap sebagai pola tidur alami yang dapat diperbaiki seiring berjalannya waktu.

Namun, sebuah penelitian terbaru menyatakan bahwa gangguan tidur pada anak lebih serius dari yang diperkirakan sebelumnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Stanford Suicide Prevention Research Laboratory di California, gangguan tidur pada anak di usia 10 tahun dapat memicu 2,7 kali lipat risiko bunuh diri dan percobaan bunuh diri setelah dua tahun.

Dilansie dari Hindustan Times, menurut penelitian tersebut, setidaknya satu dari tiga partisipan melaporkan perilaku bunuh diri di kemudian hari. Rebecca Bernert, seorang ahli bunuh diri dan pendiri Stanford Suicide Prevention Research Laboratory di California, dalam sebuah interaksi email dengan CNN menjelaskan, tidur dapat menjadi faktor risiko bunuh diri di kalangan anak muda. Disarankan untuk tidak menstigmatisasi gangguan tidur dan mengobatinya dengan tepat untuk mencegah bunuh diri.

Menurut penelitian, sekitar usia 10 hingga 14 tahun, bunuh diri adalah salah satu penyebab utama kematian, kelompok usia yang sama juga melaporkan gangguan tidur.

Penelitian ini dilakukan terhadap 8.800 anak yang direkrut oleh Adolescent Brain Cognitive Development Study di 21 lokasi di seluruh Amerika Serikat. Faktor-faktor seperti masalah dengan jatuh atau tetap tertidur, terbangun, rasa kantuk yang berlebihan, gangguan pernapasan saat tidur, keringat berlebih saat tidur dan pola perilaku saat setengah tidur diamati oleh para wali dari anak-anak tersebut.

Sejak pengumpulan data pertama, 91,3 persen partisipan tidak mengalami perilaku bunuh diri - namun, partisipan yang memiliki kecenderungan bunuh diri terkait dengan gangguan tidur yang parah.

Studi ini lebih lanjut mengamati bahwa faktor-faktor seperti depresi, kecemasan dan konflik keluarga atau riwayat depresi juga berkontribusi pada upaya dan ide bunuh diri. Namun, risikonya lebih tinggi pada partisipan kulit berwarna dan remaja perempuan. Studi ini juga mencatat bahwa mengalami mimpi buruk setiap hari dikaitkan dengan risiko lima kali lebih tinggi untuk kecenderungan bunuh diri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Luar Negeri
Ford Dekat dengan Tiongkok,...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.