Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Perkuat Kolaborasi, Peneliti Ingatkan Perlu Pertukaran Data Antarnegara Terkait Keamanan Pangan

📅 Sabtu, 05 Okt 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Perkuat Kolaborasi, Peneliti Ingatkan Perlu Pertukaran Data Antarnegara Terkait Keamanan Pangan Doc: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Ket. Ilustrasi - Pemeriksaan produk perikanan di Pulau Pasaran oleh tim keamanan pangan UPTD PMHP DKP Lampung.

Jakarta - Peneliti Pusat Riset Teknologi Proses Radiasi BRIN Henni Widyastuti memandang perlu adanya pertukaran atau pengelolaan data bersama yang dilakukan antarnegara untuk menegakkan pengawasan keamanan (safety) dan kualitas (quality) pangan.

"Masalah terkaitfood safetydanqualityini merupakan permasalahan yang global, antarnegara dan lintas yurisdiksi. Jadi untuk melakukan penegakan pengawasan, kita juga perlu melakukan koordinasi dan kerja sama dengan negara lain yang mencakup juga pertukaran data atau pengelolaan data bersama," kata Henni dalam webinar di Jakarta, Jumat.

Saat ini, pendeteksian pemalsuan pangan (food fraud) telah memanfaatkan teknologi nuklir dengan tingkat akurasi dan ketepatan yang tinggi. Namun, kata Henni, ketersediaandatabasepangan yang tertelusur dengan teknologi tersebut masih terbatas sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri.

Menurut dia,databaseitu diperlukan agar bisa membandingkan produk-produk yang diduga dipalsukan atau produk-produk premium yang berasal dari negara tertentu. Di sisi lain, ketersediaandatabaseyang masih menjadi tantangan ini dapat dimaklumi mengingat pemanfaatan teknologi nuklir ini dapat dikatakan masih baru.

"Kalau kita impor produk yang memiliki klaim premium dari negara A, itu kan kita harus membandingkan dengan data-data produk yang ada di negara A.Database-nya itu masih menjadi PR untuk penggunaan teknologi nuklir ini. Karena ini juga termasuk teknologi yang baru dibandingkan teknologi yang lainnya," kata Henni.

Meski begitu, menurut dia, saat ini Indonesia juga sedang berupaya membangun database tersebut melalui kerja sama multilateral termasuk dengan Australia Nuclear Science Technology Organization (ANSTO), Forum for Nuclear Cooperation in Asia (FNCA), hingga International Atomic Energy Agency (IAEA).

"Goalsdari setiap kerja sama ini adalah untuk bagaimana kita membangun suatudatabaseyang akan menjadi rujukan untuk metode ketertelusuran dari produk pangan," tutur Henni.

Ia mengingatkan,keamanan dan kualitas pangan merupakan isu yang terus mendapat perhatian global dan terus berkembang. Apalagi resistensi antimikroba menjadi kekhawatiran tersendiri di negara-negara maju yang banyak mengimpor komoditas dari negara lain. Hal ini menyebabkan permintaan konsumen terhadap ketertelusuran pangan semakin meningkat.

"Mereka khawatir terhadap makanan yang mereka makan aman atau tidak, memiliki alergenitas atau tidak, kemudian kandungan logam beratnya, nutrisinya, dan lain sebagainya," ujar dia.

Henni juga mengingatkan adanya tantangan bagi Indonesia mengenai potensi penolakan ekspor yang terkait denganmislabeling. Beberapa produk yang diekspor mungkin tidak sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan pengimpor sehingga produk tersebut dikembalikan lagi ke negara pengekspor.

Namun, tegas Henni, ketertelusuran untuk keamanan dan kualitas pangan tidak hanya berlaku untuk komoditas pangan ekspor dan impor saja. Konsumen dalam negeri juga berhak untuk produk yang sesuai dengan klaim.

"Di sisi ekspor, penegakan integritas ini akan membantu untuk mendorong peningkatan ekspor nasional kita, terutama ke negara-negara yang persyaratan ekspornya itu sangat ketat seperti Uni Eropa. Sementara di sisi impor, Indonesia juga perlu memastikan apakah produk-produk yang diimpor itu memang produk-produk yang memenuhi standar keamanan pangan dan kualitas pangan yang baik," kata Henni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.