“Quasi War' Perang Semu Antara Prancis dan AS
📅 Jumat, 04 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Wikimedia Commons
Prancis dan Amerika pernah terikat oleh perjanjian aliansi tahun 1778 setelah bersama-sama mengusir penjajah Inggris. Namun Perjanjian Jay yang ditandatangani oleh AS dan Inggris pada 1795 membuat Prancis murka hingga kemudian mengakibatkan pertempuran kecil.
Terjadinya permusuhan muncul ketika kapal-kapal perang Prancis mulai menyerang kapal-kapal Amerika yang netral. Inilah yang disebut dengan Perang Semu (Quasi War) yang terjadi pada 1798-1800 yang merupakan sebuah konflik angkatan laut terbatas yang tidak dideklarasikan.
Disebut juga Perang Setengah (Half War), konflik ini terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Première République (Française) atau Republik Prancis Pertama. Hal ini mengakibatkan beberapa pertempuran kecil di laut sebelum konflik tersebut mereda pada September 1800.
Sebagai balasan atas pengkhianatan yang dirasakan ini, Prancis mengizinkan para perompak untuk mulai menyerang kapal-kapal Amerika di Hindia Barat pada akhir tahun 1796. Akibatnya salam setahun hampir 300 kapal dagang Amerika telah direbut.
Prancis sakit hati karena merasa berjasa dalam kemerdekaan AS. Perjanjian Paris tahun 1783 mengakhiri perang dan mengakui kemerdekaan AS, dapat dikatakan berkat bantuan Prancis. Kedua negara menganggap perjanjian aliansi tahun 1778 masih berlaku.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, pada tahun 1789, Prancis terlibat dalam revolusinya sendiri. Setelah Penyerbuan Bastille, kaum revolusioner secara bertahap mengikis otoritas Ancien Régime hingga 21 September 1792, ketika monarki akhirnya digulingkan dan digantikan oleh Republik Prancis Pertama.
Awalnya, Revolusi Prancis mendapat dukungan luas di AS, yang dipandang sebagai kelanjutan dari perjuangan Amerika sendiri melawan tirani. Para pendukung Amerika mengenakan pita tiga warna sebagai bentuk solidaritas dengan saudara seperjuangan mereka di Prancis.
Sementara itu klub politik yang disebut perkumpulan Demokrat-Republik bermunculan di seluruh negeri. Mereka menggelorakan cita-cita Jacobin atau Perkumpulan Sahabat Konstitusi tentang kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun Revolusi Prancis berubah drastis tak lama kemudian. Raja Louis XVI dari Prancis yang digulingkan, dipenggal pada 21 Januari 1793. Tidak lama sebelum pemerintahan Jacobin mulai menangkap dan mengeksekusi siapapun yang dicurigai melakukan aktivitas kontrarevolusioner.
Saat berlumuran darah, Republik Prancis menjadi lebih berani dan segera berusaha menyebarkan revolusinya ke luar perbatasannya. Pada Maret 1793, Prancis Revolusioner berperang dengan sebagian besar negara adidaya Eropa, termasuk Austria, Prusia, Spanyol, Republik Belanda, dan Inggris Raya.
Permusuhan itu memicu serangkaian perang total yang akan menghancurkan Eropa selama seperempat abad berikutnya. Saat Revolusi Prancis terus meningkat di Eropa, kaum revolusioner Prancis mencari dukungan dari AS.
Mereka menganggap Perjanjian Aliansi 1778 masih berlaku, seperti halnya sebagian besar warga Amerika yang masih mendukung kaum Jacobin meskipun terjadi pertumpahan darah pada masa pemerintahan teror.
Thomas Jefferson, pemimpin Partai Demokrat-Republik yang sedang berkembang, masih menyebut Republik Prancis sebagai "adik perempuan kita" dan menepis kekerasan, setelah pernah berkata bahwa "pohon kebebasan harus disegarkan dari waktu ke waktu dengan darah patriot dan tiran."
Jefferson dan para pendukungnya (juga dikenal sebagai Demokrat Jeffersonian) masih memandang Inggris sebagai musuh dan ingin mendukung Prancis dalam perangnya melawan Inggris. Pada awal tahun 1793, Prancis sendiri berusaha untuk menggalang dukungan di AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!