Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Airlangga Sebut Program Prakerja Jadi Rujukan Ketenagakerjaan Negara Lain

📅 Kamis, 03 Okt 2024, 13:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Airlangga Sebut Program Prakerja Jadi Rujukan Ketenagakerjaan Negara Lain Doc: ANTARA/Imamatul Silfia
Ket. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (3/10/2024).

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program Kartu Prakerja menjadi rujukan kebijakan ketenagakerjaan di sejumlah negara.

"Negara lain belajar dari Kartu Prakerja dan mereplikasi sistemnya, seperti Pemerintah Kamboja yang mengikuti programnya untuk 1,5 juta pekerja," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (3/10).

Kemudian, sejumlah negara tengah mempelajari sistem Kartu Prakerja untuk mereplikasi program ini, seperti Thailand, Maroko, dan Negara Bagian Serawak.

Menurut Airlangga, Prakerja telah memberikan manfaat kepada 18,9 juta penerima dalam lima tahun sejak program ini dimulai.

Program ini juga beroperasi secara inklusif karena turut melibatkan kelompok rentan, termasuk perempuan, keluarga miskin, disabilitas, dan masyarakat dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Setiap peserta juga memperoleh manfaat berupa beasiswa pelatihan sebesar Rp3,5 juta yang bisa dimanfaatkan untuk mengikuti berbagai pelatihan baik moda webinar, tatap muka, maupun pembelajaran mandiri, yang tersedia di ekosistem Prakerja.

Mengingat manfaatnya, Kemenko Perekonomian berharap pemerintah mendatang dapat melanjutkan program Prakerja.

Namun, kepastian dari kelanjutan program Prakerja akan diumumkan oleh pemerintah baru. Airlangga menyebut hingga sejauh ini program Prakerja masih terus didiskusikan.

"Hampir seluruh program itu nanti akan dibahas dan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 disediakan porsi untuk hal tersebut. Tapi, masih terus dibicarakan," ujar dia.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan program Prakerja telah membantu para pencari kerja di Indonesia.

Tidak hanya untuk pengangguran, program Kartu Prakerja juga membantu peserta yang sudah bekerja namun ingin berpindah karier atau berwirausaha.

"Peserta Prakerja yang menganggur itu 61 persen, yang bekerja 39 persen. Setelah dua bulan pelatihan, angka yang bekerja berubah menjadi 55 persen. Jadi, setelah dua bulan, yang mengatakan sudah bekerja atau berwirausaha itu sudah dominan," jelas dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.