Bank Dunia: Reformasi Melambat, Indonesia Butuh Keajaiban untuk menjadi Negara Ekonomi Maju pada 2045
📅 Kamis, 26 Sep 2024, 12:41 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Manufaktur masih memiliki potensi nilai tambah yang jauh lebih tinggi, sehingga memberi kita keuntungan lebih besar," jelas Febrio, namun ia juga mencatat bahwa sektor tersebut harus melalui transformasi terlebih dahulu.
Menurut laporan S&P Global, penurunan di sektor manufaktur negara itu meningkat pada bulan Agustus dengan indeks manajer pembelian (PMI) turun menjadi 48,9 dari pembacaan 49,3 pada bulan Juli.
Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, mengatakan pada hari Selasa di seminar yang sama bahwa pemerintahan mendatang di bawah presiden terpilih Prabowo Subianto, yang dijadwalkan menjabat pada bulan Oktober, akan memprioritaskan pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan dan energi untuk transisi ke ekonomi berpendapatan tinggi.
"Proyek-proyek yang layak secara komersial akan dijalankan melalui kemitraan publik-swasta dengan anggaran negara untuk fokus pada pemenuhan kebutuhan kesejahteraan jangka panjang," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen yang ambisius bukanlah sebuah mimpi, tetapi sebuah keharusan."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!