Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apakah AI telah Meretas Sistem Operasi Peradaban Manusia?

📅 Sabtu, 21 Sep 2024, 11:53 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dengan menghubungkan dunia kuno dan era digital, Harari mengulang beberapa argumen kunci dari karyanya sebelumnya, terutama Sapiens. Seperti Sapiens, Nexus mengeksplorasi peran mitos bersama dan fiksi kolektif dalam sejarah manusia, tetapi dengan lebih menekankan pada mekanisme jaringan informasi yang menopang masyarakat.


Harari juga mempertimbangkan masa depan jaringan AI dapat membentuk kembali tidak hanya masyarakat, tetapi juga seluruh biosfer. Ini menciptakan bentuk kehidupan dan kecerdasan baru.

Ia mengingatkan bahwa kebangkitan AI bisa menjadi titik balik dalam sejarah manusia. Pada saat itu, kita mungkin akan kehilangan kendali atas jaringan yang selama ini menjadi sumber kekuatan terbesar kita.

Perspektif futuristik ini menyelaraskan Nexus dengan karya spekulatif Harari lainnya, Homo Deus, yang juga meneliti konsekuensi potensial dari kemajuan teknologi untuk masa depan umat manusia.

Homo Deus sering kali menjelajahi wilayah yang suram. Namun, Nexus tetap berpijak pada analisis historis. Penggunaan contoh-contoh historis yang konkret oleh Harari, mulai dari penemuan mesin cetak hingga kebangkitan kerajaan-kerajaan global, menguatkan argumennya.

Alhasil, Nexus terasa lebih seimbang dan tidak terlalu mengkhawatirkan dibanding beberapa karyanya yang lain-meskipun peringatannya tidak kalah penting.

Seruan untuk bertindak

Salah satu kritik terhadap Nexus mungkin terletak pada kecenderungan Harari untuk menyederhanakan proses sejarah yang kompleks demi mendukung tesisnya. Meskipun demikian, upayanya untuk menghubungkan sejarah manusia ke dalam kerangka jaringan informasi tetap bisa merangsang pemikiran kita.

Misalnya, analisisnya tentang teks-teks agama sebagai alat kontrol sosial semata, telah mengabaikan keragaman interpretasi yang kaya dan pengalaman spiritual mendalam yang telah membentuk tradisi agama. Demikian pula, penggambarannya tentang sistem birokrasi sebagai instrumen untuk mempertahankan kekuasaan telah menihilkan peran sistem-sistem yang memungkinkan mobilitas sosial dan perlindungan hak-hak individu.

Terlepas dari penyederhanaan yang terkadang berlebihan ini, Nexus tetap menjadi seruan yang menggugah untuk bertindak. Buku ini memberikan tinjauan luas tentang sejarah jaringan informasi, sambil menyampaikan peringatan kuat tentang masa depan.

Harari menghubungkan sejarah kuno dengan tantangan teknologi dan politik yang paling mendesak di abad ke-21. Ia pun memberikan kerangka kerja untuk memahami risiko dan peluang yang ditimbulkan oleh teknologi yang berkembang pesat.

Harari, seorang ateis yang berpendapat bahwa agama hanyalah fiksi kolektif yang diciptakan manusia, tampaknya menyiratkan pesan yang jelas bagi banyak orang: AI, meskipun diciptakan oleh manusia, tidak akan pernah memiliki jiwa. Dalam konteks ini, jiwa berarti dorongan unik manusia untuk berkreasi.

Dengan kata lain, AI-sehebat atau secanggih apapun, tidak akan pernah menyamai manusia. AI tidak mampu mendorong kreativitas, emosi, serta penalaran etis dan moral.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

18 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Olahraga
Chelsea Umumkan Transfer Ge...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

38 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

39 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...
Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.