Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Leptis Magna, Kota Roma nan Megah di Libia Utara

📅 Jumat, 20 Sep 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Leptis Magna, Kota Roma  nan Megah di Libia Utara Doc: afp/ Mahmud TURKIA

Leptis Magna adalah kota utama pada masa Kekaisaran Romawi. Reruntuhan kota tua ini merupakan salah satu situs Romawi paling spektakuler dan tak terjamah di Laut Tengah.

Di negara Libia di utara benua Afrika terdapat sebuah kota kuno bernama Leptis Magna. Terletak bagian barat negara itu, kota ini dibangun oleh orang-orang Fenisia yang didirikan oleh Tirus pada abad ke-7 SM.

Kota ini berupa pelabuhan alami berjarak 3 kilometer di sebelah timur Kota Khoms atau berjarak 120 kilometer di sebelah timur Tripoli, ibu kota Libia. Kota ini adalah salah satu kota paling menonjol di Afrika utara pada era Kekaisaran Romawi.

Kota ini menjadi kota besar pada masa Romawi dan merupakan tempat kelahiran Kaisar Septimius Severus (memerintah tahun 193-211 M). Leptis Magna, berkat reruntuhannya yang mengesankan seperti Teater Augustan, forum, dan lengkungan Tetrapylon, kini terdaftar oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia.

Kota pesisir yang kemudian disebut oleh orang Romawi sebagai Leptis Magna ini didirikan pada paruh kedua abad ke-7 SM. Pelabuhan alaminya berada di muara Sungai Wadi Lebda yang digunakan oleh penjajah Fenisia dari Tirus untuk tinggal.

Sejarah nama Leptis sebelum zaman Romawi kemungkinan disebut Lpqy. Namun gagasan ini tidak lengkap karena kurangnya bukti arkeologi. Tetapi pada awalnya terdapat area terbuka bersisi empat yang kemungkinan berfungsi sebagai forum publik, pekuburan abad ke-4 SM (yang kemudian ditutupi oleh teater Romawi), dan kuil yang didedikasikan untuk dua dewa pelindung kota, Shadrapa dan Milk'ashtart.

Kota ini menjadi makmur sebagian besar berkat produksi dan ekspor minyak zaitun, tetapi tidak lepas dari pesaingnya, terutama koloni Yunani Cinyps yang hanya berjarak 18 kilometer di sepanjang pantai. Namun saat itu Leptis Magna adalah salah satu permata Kekaisaran Romawi. Garis pantai di sekitarnya menjadi tempat favorit para bangsawan untuk membangun vila mereka.

Pada abad ke-2 SM, kota ini mendapatkan dukungan dengan menyokong Roma selama Perang Punisia III dengan Kartago yang terjadi antara 149-146 SM. Pada abad ke-1 SM, kota itu kemudian memilih pihak yang salah untuk didukung selama perang saudara Roma antara Julius Caesar yang memerintah 100-44 SM, dan Pompey yang Agung yang memerintah 106-48 SM.

Caesar menang pada tahun 48 SM dan ia segera mengenakan biaya tahunan sebesar tiga juta pon minyak zaitun kepada kota itu sebagai ganti rugi atas kesalahannya dalam mengambil keputusan. Bangsa Romawi lalu membangun bendungan dan kanal di sekitar kota untuk mengelola banjir rutin Sungai Wadi Lebda dengan lebih baik.

Sebagian besar reruntuhan di situs itu saat ini berasal dari periode Romawi, dan sebagian besar berasal dari masa pemerintahan Kaisar Augustus yang memerintah 27 SM - 14 M atau setelahnya. Meskipun demikian, reruntuhan itu sering kali menampilkan campuran gaya arsitektur Punisia dan Romawi yang menarik.

Teater Augustan yang besar misalnya memiliki panggung berkolom dan pasar atau macellum berasal dari periode yang sama. Kedua bangunan ini dibiayai oleh seorang bangsawan lokal yang bernama Annobal Tapapius Rufus. Pasar itu unik karena memiliki dua balai pasar setengah lingkaran, dan batu-batu yang diukir dengan ukuran standar Romawi untuk panjang dan volume masih dapat dilihat hingga saat ini.

Bangunan Romawi terkenal lainnya adalah Chalcidium, bangunan berkolom yang fungsinya tidak pasti namun kemungkinan untuk tujuan komersial. Lainnya adalah kuil yang didedikasikan untuk keluarga Augustus dan Roma. Kuil yang terakhir tersebut memiliki dua patung Augustus dan istrinya Livia yang indah, dan sekarang dipajang di Museum Arkeologi Tripoli.

Leptis Magna kemudian dijadikan municipium Romawi pada tahun 64 M. Dengan status ini maka kota itu harus memenuhi kewajiban-kewajiban tertentu dengan imbalan mendapat hak khusus dan perlindungan.

Sekitar tahun 110 M, kota itu diberi status resmi sebagai koloni Romawi yang memberinya hak suara kembali di Italia. Selanjutnya Forum Trajan dan Arch of Trajan dibangun. Saluran air baru dibangun pada masa pemerintahan Hadrian (117-138 M), yang lagi-lagi dibiayai oleh bangsawan setempat yaitu Quintus Servilius Candidus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.