Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Berjanji Mendukung Bangladesh untuk Pertumbuhan dan Ekonomi Baru

📅 Selasa, 17 Sep 2024, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Berjanji Mendukung Bangladesh untuk Pertumbuhan dan Ekonomi Baru Doc: ANTARA/Xinhua/Liu Jie
Ket. Arsip foto - Foto yang diabadikan pada 9 Oktober 2023 ini memperlihatkan Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat.

Dhaka - Delegasi Amerika Serikat (AS) yang mengunjungi Bangladesh, menjadi yang pertama dari negara Barat sejak pemerintahan transisi Bangladesh dilantik pada Agustus lalu, berjanji mendukung negara tersebut menuju pertumbuhan baru dan perluasan peluang ekonomi.

Delegasi tersebut menjanjikan hal tersebut setelah bertemuMuhammad Yunus, kepala pemerintahan transisi, pada Minggu (15/9) di ibu kota Dhaka, menurut unggahan media sosial Kedutaan Besar AS.

AS menegaskan "komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, pembangunan institusi, dan perkembangan yang bermanfaat bagi rakyat Bangladesh," kata unggahan tersebut, dan menambahkan: "Saat Bangladesh berusaha merencanakan masa depan yang lebih adil dan inklusif, AS siap mendukung upaya tersebut."

Brent Neiman, Asisten Sekretaris Departemen Keuangan untuk Keuangan Internasional, memimpin delegasi AS, yang juga mencakup Asisten Sekretaris Negara untuk Asia Selatan dan Tengah Donald Lu. Tim tersebut tiba pada Sabtu (14/9) untuk kunjungan resmi selama tiga hari.

Selain bertemu Yunus, delegasi itu juga bertemu dengan penasihat urusan luar negeri Md Touhid Hossain.

"Kami berkomitmen untuk membantu memperluas peluang ekonomi, membangun kapasitas institusi, menegakkan hak asasi manusia, dan mengurangi risiko iklim dengan mitra kami, Bangladesh," kata Kedubes AS setelah pertemuan mereka.

Kedutaan juga mengatakan bahwa mereka mendukung langkah Bangladesh menuju dinamisme dan pertumbuhan baru.

"Dengan reformasi ekonomi yang tepat, sektor swasta Amerika dapat membantu membuka potensi pertumbuhan Bangladesh melalui perdagangan dan investasi," kata kedutaan setelah pertemuan dengan para pebisnis Bangladesh pada Sabtu.

Pada Minggu, di hadapan delegasi AS, Kementerian Keuangan Bangladesh dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) menandatangani kesepakatan di mana USAID akan memberikan hibah sebesar 202 juta dolar AS (sekitar 3,1 triliun rupiah) untuk mempromosikan tata kelola pemerintahan yang baik, ketahanan, serta peluang sosial, manusia, dan ekonomi.

Peraih Nobel Muhammad Yunus mengambil alih pimpinan pemerintahan pada 8 Agustus setelah mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina melarikan diri saat menghadapi pemberontakan mahasiswa dan kelompok sipil.

Dalam sebuah wawancara, Hasina kemudian mengeklaim AS berada di balik pelengserannyasebagai PM Bangladesh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Seniman Prancis Gelar Pelatihan Teater Boneka

26 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Seniman Prancis Gelar Pelat...
Ekonomi
Populasi Kendaraan Listrik ...
Luar Negeri
Ribuan Orang Berunjuk Rasa ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.