Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perang Antar-geng Narkoba di Meksiko Tewaskan 15 Orang

📅 Sabtu, 14 Sep 2024, 10:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perang Antar-geng Narkoba di Meksiko Tewaskan 15 Orang Doc: STR/AFP via Getty Images
Ket. Anggota Garda Nasional berjaga di lokasi ledakan bom mobil di Celaya, kota yang dikuasai kartel narkoba di negara bagian Guanajuato, Meksiko pada 29 Juni 2023.

CULIACAN - Pertempuran yang meningkat antara geng salah satu kartel narkoba paling kejam di Meksiko menewaskan sedikitnya 15 orang minggu ini di basis geng yang diguncang oleh tembakan, penculikan dan pembakaran, kata pihak berwenang pada hari Jumat.

Bala bantuan keamanan telah dikirim ke negara bagian Sinaloa di barat laut, benteng gembong narkoba yang dipenjara Joaquin "El Chapo" Guzman dan putra-putranya. Mayat-mayat bergelimpangan di jalanan.

Pertikaian ini terjadi setelah penangkapan dramatis salah seorang pendiri Kartel Sinaloa, Ismael "El Mayo" Zambada, di AS pada bulan Juli, yang mengklaim bahwa dirinya telah diculik di Meksiko dan diserahkan ke tahanan AS tanpa keinginannya.

Zambada (76) ditahan bersama Joaquin Guzman Lopez, putra El Chapo, yang menjalani hukuman seumur hidup di Amerika Serikat.

Gelombang kekerasan di ibu kota negara bagian Sinaloa, Culiacan, diyakini mengadu anggota geng yang setia kepada El Chapo dan putra-putranya melawan orang lain yang bersekutu dengan Zambada, yang mengaku tidak bersalah atas serangkaian tuduhan di pengadilan New York pada hari Jumat.

"Persaingan ini bermula dari peristiwa 25 Juli," kata gubernur negara bagian Sinaloa Ruben Rocha Moya.

Presiden Andres Manuel Lopez Obrador pada hari Jumat mendesak faksi-faksi yang bertikai untuk "bertindak dengan tanggung jawab yang seminimal mungkin," dan mendesak mereka untuk tidak "menyakiti orang-orang yang tidak bersalah."

Ia meminta warga "untuk bertindak hati-hati, tetapi jangan sampai panik." Semoga keadaan Culiacan segera kembali normal."

Kantor kejaksaan negara mengatakan bahwa selain 15 kasus kematian, pihaknya sedang menyelidiki 20 kasus dugaan penghilangan paksa.

Pihak berwenang minggu ini mengumumkan penutupan sekolah di beberapa distrik dan pembatalan perayaan Hari Kemerdekaan karena kekerasan tersebut.

"Tidak akan ada perayaan, baik publik maupun privat," kata gubernur.

Banyak toko tutup dan supermarket mengalami kekurangan makanan akibat kepanikan membeli barang.

"Para pekerja tidak merasa aman untuk pergi bekerja, dan pemilik bisnis juga menghadapi kesulitan untuk beroperasi dalam kondisi yang buruk ini," kata pernyataan dari Kamar Dagang Nasional.

Amerika Serikat pada hari Kamis mengeluarkan peringatan keamanan karena "laporan pencurian mobil, penembakan, operasi pasukan keamanan, pemblokiran jalan, pembakaran kendaraan, dan penutupan jalan" di sekitar Culiacan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.