Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WTO Sebut Kebijakan Tarif Impor Cenderung Lebih Merugikan Warga Miskin

📅 Rabu, 11 Sep 2024, 00:03 WIB | Oleh:
WTO Sebut Kebijakan Tarif Impor Cenderung Lebih Merugikan Warga Miskin Doc: istimewa
Ket. Pemandangan dari udara menunjukkan mobil-mobil untuk ekspor di sebuah pelabuhan di Yantai, Provinsi Shandong, Tiongkok, baru-baru ini.

BRUSSELS - Organisasi Perdagangan Dunia atauWorld Trade Organization (WTO) mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Senin (9/9), tarif impor cenderung secara tidak proporsional menghantam rumah tangga berpendapatan rendah, menanggapi apa yang dilihatnya sebagai reaksi terhadap pasar terbuka dan meningkatnya proteksionisme.

Dikutip dari The Straits Times, Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala mengatakan, Laporan Perdagangan Dunia 2024 menegaskan kembali peran perdagangan dalam mengurangi kemiskinan dan berbagi kesejahteraan "bertentangan dengan anggapan yang sedang populer saat ini" bahwa perdagangan menciptakan dunia yang semakin tidak setara.

"Secara global, kebijakan perdagangan yang restriktif sering kali berdampak tidak proporsional terhadap rumah tangga berpendapatan rendah, perempuan dan perusahaan-perusahaan kecil yang mungkin berjuang dengan meningkatnya biaya tetap perdagangan," kata laporan WTO.

Amerika Serikat siap menaikkan tarif pada sejumlah impor dari Tiongkok, termasuk menaikkan tarif empat kali lipat untuk kendaraan listrik, sementara Kanada telah menyamai tarif kendaraan listrik (EV) AS dan Uni Eropa telah memperkenalkan bea masuk EV-nya sendiri.

Tiongkok telah menanggapi dengan investigasi terhadap impor produk susu, daging babi, dan brendi dari Uni Eropa, serta kanola dari Kanada.

Calon presiden AS Donald Trump telah mengusulkan tarif sebesar 10 persen untuk semua impor dan tarif yang lebih tinggi untuk barang-barang dari Tiongkok.

Laporan WTO mengatakan secara keseluruhan, rumah tangga berpenghasilan rendah biasanya menghadapi beban yang lebih besar akibat tarif yang lebih tinggi.

Di Amerika Serikat, barang-barang konsumen dari Tiongkok yang sekarang dibebaskan dari tarif impor sebagian besar dikirim ke wilayah-wilayah berpendapatan rendah, yang menguntungkan rumah tangga miskin.

"Rumah tangga yang lebih kaya mengonsumsi lebih banyak impor dari ekonomi berpendapatan tinggi," kata laporan WTO.

Kebijakan proteksionis bisa saja gagal, kata laporan itu, karena kebijakan itu sering kali menyebabkan harga domestik yang lebih tinggi sehingga mengurangi konsumsi. Kebijakan itu juga dapat menyebabkan pembalasan yang merugikan oleh mitra dagang.

Tarif kemudian terbukti sulit dihapuskan secara politis bahkan ketika tidak ada perlindungan yang dibutuhkan untuk suatu sektor, sehingga mengunci harga yang lebih tinggi.

Laporan WTO menyimpulkan proteksionisme bukanlah jalan yang efektif menuju inklusivitas, tetapi cara yang mahal untuk melindungi pekerjaan tertentu yang dapat meningkatkan biaya bagi sektor lain dan berisiko mendapat balasan dari mitra yang tidak puas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.