Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dishub Garut: Longsor Tak Ganggu Layanan Angkutan Umum

📅 Rabu, 11 Sep 2024, 17:14 WIB | Oleh:
Dishub Garut: Longsor Tak Ganggu Layanan Angkutan Umum Doc: ANTARA/HO-Polres Garut
Ket. Petugas memasang garis polisi di kawasan jalan yang tergerus tanah longsor di Kampung Cinangsi, Desa Toblong, Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (11/9).

GARUT - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut, Jawa Barat, memastikan longsor yang menggerus jalan utama menghubungkan Kecamatan Peundeuy-Cibalong di selatan Garut tidak mengganggu angkutan umum untuk melayani mobilisasi masyarakat dengan menggunakan jalan alternatif desa.

"Angkutan umum masih tetap jalan menggunakan jalan Girimukti, Banjarwangi," kata Kepala Dishub Kabupaten Garut, Satria Budi di Garut, Rabu.

Ia menuturkan, bencana tanah longsor di Kampung Cinangsi, Desa Toblong, Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, Rabu pagi, telah memutus jalan utama menghubungkan Kecamatan Peundeuy-Cibalong.

Jalur itu, kata dia, merupakan jalur trayek angkutan umum jenis elf jurusan Terminal Guntur Garut-Cibalong lintas Singajaya yang setiap harinya ada tiga armada yang melayani penumpang di wilayah itu.

Meski hanya tiga armada elf setiap harinya, kata dia, transportasi umum itu masih menjadi andalan masyarakat wilayah selatan untuk bepergian ke perkotaan Garut maupun sebaliknya.

"Ya, masih menjadi andalan, meski ada juga angkutan publik lainnya yang tidak hanya itu, ada angkutan pedesaan juga di daerah itu," katanya.

Ia menyampaikan, karena adanya jalan terputus maka pihaknya memberlakukan rekayasa jalan dengan memanfaatkan jalan desa untuk angkutan umum yang datang dari Garut menuju Cibalong melewati Girimukti.

Sedangkan dari arah sebaliknya, kata dia, angkutan umum dari Kecamatan Cibalong menuju Garut Kota diarahkan untuk melewati jalur Pameungpeuk atau jalan raya lintas selatan Garut yang kondisi jalannya lebih bagus.

"Kalau dari arah Maroko, Cibalong ke Singajaya itu tidak bisa, jalannya kecil hanya jalan desa, lebih baik lewat Pameungpeuk, jadi nanti ada rekayasa jalan," katanya.

Ia mengatakan, rekayasa jalur angkutan umum itu untuk menghindari jalan yang terdampak longsor, meski jarak tempuhnya akan lebih jauh atau lebih lama sekitar setengah jam karena memutar arah.

"Tentunya mengganggu perjalanan, waktunya jadi berlebih, harusnya satu jam menjadi 1,5 jam, secara ekonomi masyarakat cukup relatif agak jauh, karena harus memutar," katanya.

Ia menyampaikan, Dishub Garut saat ini sudah melaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Garut untuk segera mengatasi kondisi jalan yang terdampak longsor itu agar kembali normal dilintasi angkutan umum.

Menurut dia, kondisi jalan yang terdampak longsor itu dinilai cukup besar, sehingga akan membutuhkan waktu cukup lama untuk memperbaikinya, namun berharap dinas terkait bisa mempercepat proses perbaikannya.

"Permintaan perbaikan sudah, butuh waktu perbaikan apalagi longsornya cukup besar," katanya.

Sebelumnya, longsoran tanah tebing yang terjadi, Rabu pagi, menyebabkan lahan pertanian terdampak dan badan jalan aspal yang diperkirakan sekitar 70 meter tergerus.

Akibat longsor, akses jalan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut terganggu tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bencana alam longsor itu terjadi setelah turun hujan yang berlangsung lama mengguyur wilayah selatan Garut sejak Selasa (10/9) malam sampai Rabu pagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

23 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.