Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dewan Upayakan Pemerataan Pembangunan

📅 Rabu, 11 Sep 2024, 03:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dewan Upayakan Pemerataan Pembangunan Doc: ANTARA/HO-DRPD Kota Bogor
Ket. Anggota DPRD Kota Bogor, Juhana.

BOGOR - Isu pemerataan pembangunan dan peningkatan sektor kesehatan menjadi fokus anggota DPRD Kota Bogor. Hal ini diungkapkan pascamasa orientasi yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat.

"Selama ini masalah pemerataan pembangunan masih belum dijawab sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Bogor," tutur anggota DPRD Kota Bogor, Juhana, Selasa (10/9). Menurutnya, pembangunan yang dilakukan selama lima tahun ke belakang hanya berfokus di pusat kota.

Sedangkan daerah yang berada di perbatasan tidak tersentuh. Anggarannya tidak memadai. Menurut Juhana, besaran anggaran untuk kelurahan paling sedikit 5 persen dari pendapatan asli daerah (PAD). Ini tercantum dalam APBD setelah dikurangi DAK dan harus mulai dimasukkan ke dalam APBD Kota Bogor. "Saya dari dapil Bogor Utara menilai banyak daerah perbatasan yang belum tersentuh pembangunan. Anggaran kelurahan harus bisa disediakan agar pembangunan bisa merata," ucapnya.

Terkait dengan sektor kesehatan, Juhana mengatakan pembangunan unit Puskesmas baru harus direalisasikan. Sebab hal tersebut sudah diamanatkan dalam RPJMD Kota Bogor 2019-2024. Juhana menambahkan, RSUD Kota Bogor sudah memiliki layanan luar biasa baik.

Namun, sayangnya pelayanan masih belum merata. "Saya akan mendorong pembangunan delapan unit Puskesmas baru sesuai dengan amanat RPJMD," ujarnya.

Huntap

Sementara itu, pembangunan 38 rumah oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencapai 80 persen. Ini untuk korban bencana longsor Kota Bogor. Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah, menuturkan, 38 rumah ini akan menjadi hunian tetap (Huntap) bagi 38 keluarga korban bencana longsor Kelurahan Empang pada tahun lalu.

"Dari kontraktor, bulan ini dijanjikan selesai. Mungkin Oktober akan serah terima kunci," tandas Syarifah. Tak hanya dari Kelurahan Empang, Syarifah menyebut, dari 38 rumah ini juga akan dihuni oleh beberapa keluarga dari Kelurahan Batutulis dan Lawanggintung.

Syarifah menyatakan, sejauh ini tidak ada calon penghuni baru, selain keluarga yang menjadi korban bencana 2023. Mereka sudah terdata. "Keluarga yang akan mengisi rumah sudah terdaftar. Kita tidak membuka penghuni baru," ucapnya.

Dari data BNPB, hunian ini dinamakan Rhodas atau lentur gempa dibangun di lahan seluas 7.000 meter persegi. Biaya menggunakan Dana Siap Pakai BNPB tahun anggaran 2024 sebesar 4,3 miliar. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.