Bagnaia dan Martin Belum Coret Marc Marquez dari Persaingan Menuju Gelar Juara
📅 Selasa, 10 Sep 2024, 13:35 WIB | Oleh: Tim PenulisMisano jilid kedua diprediksi akan berjalan ketat selepas Bagnaia yang selama membalap di jilid pertama menahan sakit setelah insidennya dengan Alex Marquez di Aragon, akan dalam kondisi fisik yang lebih baik.
Juga, Martin tentu tak ingin mengulangi kesalahannya karena terburu-buru masuk pit lane untuk mengganti motor saat gerimis turun sebentar yang berujung hanya mendapatkan satu poin di balapan utama kemarin Minggu.
Misano akan menjadi penutup sebelum tur Asia diawali Indonesia, Jepang, Australia, Thailand, dan Malaysia serta terakhir di Valencia.
Ditanya bagaimana peluang juaranya yang kembali hidup setelah dua kemenangan beruntun, Marquez menjawab "Anda tidak pernah tahu".
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia seolah menegaskan semua masih dapat terjadi dan mengatakan bahwa dua kemenangan beruntunnya bukan berarti ia dengan mudah mengganggu rivalitas Martin dan Bagnaia.
Hal terpenting yang menurutnya harus ia tingkatkan dalam waktu dekat adalah mengembalikan mentalitas juara, seperti yang ada padanya ketika menjadi juara sebanyak delapan kali, enam di antaranya di kelas Grand Prix.
"Saya ingin melanjutkan mentalitas saya. Jika kami ingin bertarung demi kejuaraan, kami tidak bisa start sembilan di grid, kami tidak boleh membuat kesalahan seperti yang saya lakukan di kualifikasi dan latihan, kami harus terus maju, terus berkembang dan inilah yang kami coba lakukan dalam dua pekan," jelas pembalap 31 tahun itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Soal Kans Juara
Pebalap Prima Pramac Jorge Martin bertekad menebus kesalahannya di Misano dua pekan mendatang.
Ia mengakui keputusannya terlalu cepat diambil dan seharusnya ia menunggu strategi Francesco Bagnaia dan kemudian mengikutinya.
Kesalahan yang berujung fatal membuat keunggulannya dengan Bagnaia di puncak klasemen menjadi tujuh poin dari semula semula 26 poin.
Tekanan semakin bertambah setelah rekan senegaranya Marc Marquez mulai mendekati persaingan juara setelah dua kemenangan beruntun di Aragon dan Misano membuatnya berjarak 53 poin dari puncak klasemen dengan tujuh seri tersisa.
Performa terbaik di tujuh seri tersisa menjadi pekerjaan rumah Martin jika dirinya ingin menjaga tahta tertinggi. Apabila tidak mampu, maka ia harus merelakan gelar juara dunia dari pelukannya seperti musim lalu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!