Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Trenggalek Diingatkan untuk Mewaspadai Peningkatan Intensitas Karhutla

📅 Rabu, 04 Sep 2024, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Trenggalek Diingatkan untuk Mewaspadai Peningkatan Intensitas Karhutla Doc: ANTARA/HO-BPBD Trenggalek
Ket. Dokumentasi - Petugas gabungan saat memadamkan api yang membakar semak dan sampah kering di kawasan hutan lereng Gunung Orak-arik, Trenggalek.

Trenggalek - BPBD Trenggalek Jawa Timur mengingatkan warganya untuk mewaspadai tren meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu selama satu-dua bulan terakhir.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD TrenggalekTriadi Atmonodi Trenggalek Selasa, usai melakukan monitor dan evaluasi atas rangkaian 11 peristiwa karhutla di daerah itu sejak awal kemarau atau sekitar bulan Mei-Juni 2024.

"Mari kita jaga bersama, ayo dijogo bareng dengan berhati-hati saat beraktivitas di kawasan hutan yang bisa memicu terjadinya kebakaran," kataTriadi.

Dia menjelaskan, potensi kebakaran masih mungkin kembali terjadi hingga fase kemarau usai dan berganti ke musim hujan.

"Mari bersama-sama menjaga alam. Jangan membakar sampah tanpa pengawasan maupun membuang puntung rokok sembarangan. Apalagi di tengah puncak kemarau yang membuat alam mengering seperti saat ini sehingga mudah terjadi kebakaran," ujarnya.

Sejauh ini, katanya, sebanyak 11 kali peristiwa kebakaran itu terjadi di hutan dan lahan wilayah empat desa di tiga kecamatan Kabupaten Trenggalek.

Desa-desa itu meliputi Desa Bendorejo, Jatiperahu, Karangsoko, dan Kelurahan Ngantru.

"Empat desa itu masuk di tiga kecamatan, meliputi Trenggalek, Pogalan dan, Karangan," katanya.

Beruntung dalam 11 kali kebakaran itu tidak sampai menelan korban jiwa.

Meskipun demikian, beberapa titik api sempat mendekat ke arah permukiman warga.

Namun berkat kerja keras semua pihak, kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik itu dapat segera dipadamkan oleh petugas gabungan.

"TNI/POLRI, Perhutani, BPBD, Satpol, LMDH, dan semua lapisan lainnya terjun langsung bahu-membahu memadamkan api," katanya.

Kebakaran hutan dan lahan itu terjadi di sejumlah titik, mulai dari lahan milik warga hingga area produktif.

Ditengarai, penyebab kebakaran itu tidak lepas dari aktivitas warga yang sengaja membakar tumpukan sampah dan tidak memastikan api benar-benar padam sehingga menjalar setelah ditinggal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.