Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Jajaki Kerja Sama Ekonomi Biru dengan Zanzibar

📅 Selasa, 03 Sep 2024, 10:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Jajaki Kerja Sama Ekonomi Biru dengan Zanzibar Doc: ANTARA/HO-Kemenko Marves
Ket. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) bertemu dengan Presiden Zanzibar Hussein Mwinyi (tengah) di sela Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multi Pihak dan Forum Indonesia-Afrika ke-2 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin (02/09/2024).

NUSA DUA - Pemerintah Indonesia menjajaki kerja sama pengembangan ekonomi biru dengan Zanzibar di sela Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

"Kita harus mengembangkan industri pengolahan sebagai salah satu strategi menuju hilirisasi hasil kelautan," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (3/9).

Menurut dia, salah satu langkah konkret dari upaya mendorong kerja sama itu yakni di bidang manufaktur berbasis kelautan yang memberikan nilai tambah pada hasil perikanan dan kelautan.

Dia menjelaskan Indonesia menjadi produsen hasil laut terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok dengan beberapa sumber daya kelautan seperti ikan, garam, rumput laut memiliki potensi besar untuk diolah lebih lanjut guna meningkatkan nilai tambah.

Ada pun perikanan Indonesia menyumbang sekitar 32,11 miliar dolar AS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2022, dengan pangsa sebesar 2,6 persen terhadap PDB di tanah air.

Selain bidang manufaktur kelautan, ada juga potensi kerja sama bidang pariwisata berbasis pesisir yang dapat dikembangkan kedua negara yang sama-sama negara kepulauan.

Dengan mempromosikan pariwisata bahari, lanjut dia, nilai ekonomi masyarakat pesisir akan meningkat, kemudian diikuti pendapatan pemerintah meningkat, industri lokal meningkat, lapangan pekerjaan meningkat, dan pasar untuk produk lokal juga ditargetkan meningkat.

Pada 2022, pariwisata bahari mulai pulih dari dampak pandemi Covid-19 dan jumlah wisatawan mancanegara meningkat menjadi 5,47 juta dan pada 2023, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia mencapai 11,6 juta.

"Dalam hal ini, kami harus meningkatkan kerja sama pariwisata pesisir dan laut seperti membangun pulau saudara atau sister's island dengan Bali dan hub pariwisata maritim," ucapnya.

Luhut menambahkan pemerintah Indonesia juga menawarkan kerja sama di bidang bioteknologi dan bioekonomi dengan pemerintah negara di pesisir timur benua Afrika tersebut.

Ada pun pasar bioteknologi kelautan global diperkirakan memiliki nilai 5,9 miliar dolar AS pada 2022 dan diperkirakan meningkat pada 2032 menjadi 11,7 miliar dolar AS.

"Indonesia menghadirkan peluang besar bagi pengembangan sektor bioteknologi kelautan," tambah Menko Luhut.

Sebelumnya, Menko Luhut menemui Presiden Zanzibar Hussein Mwinyi dalam Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multi Pihak dan Forum Indonesia-Afrika ke-2 di Bali pada Senin (02/09).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.