Fasilitas Kesehatan Tangerang Siap Hadapi Kasus Mpox
📅 Senin, 02 Sep 2024, 03:05 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Irfan
TANGERANG - Fasilitas kesehatan (faskes) Kota Tangerang siap menghadapi jika kasus cacar monyet (Mpox) merebak. "Fasilitas kesehatan telah siap untuk menangani kasus Mpox atau cacar monyet," tutur Kepala Dinas Kesehatan Tangerang, dr Dini Anggraeni, Minggu (1/9).
Dia siap melaksanakan tracing apabila dalam satu rumah terdapat yang terinfeksi Mpox agar tidak menular. Dia menjelaskan penyebaran kasus Mpox melalui kontak erat secara langsung maupun tidak langsung seperti kontak fisik termasuk hubungan seksual. Kemudian penularannya tidak langsung seperti melalui benda-benda.
Tetapi jika sudah terinfeksi atau terpapar, maka kontak erat harus dicari. Nanti, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, maka akan dapat dilakukan tindak lanjutnya.
"Di Kota Tangerang hingga kini tidak ditemukan kasus positif Mpox. Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk waspada dan terus menerapkan PHBS," ujarnya.
Dini mengimbau masyarakat Kota Tangerang tetap menerapkan PHBS, sehingga pencegahan dapat dimulai dari sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Paling utama kita mencegah, sehingga tidak terjadi penularan.
Bahkan memutus penularan agar tidak menyebar," tandasnya. Maka, PHBS menjadi salah satu kunci utama dalam upaya pencegahan.
Bandara Antisipasi
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, PT Angkasa Pura II (Persero), selaku pengelola utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), kembali menerapkan standar protokol kesehatan. Bandara memasang alat deteksi suhu tubuh (thermal scanner) untuk mencegah virus MonkeyPox (Mpox).
Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, M Holik Muardi, menyampaikan pemasangan thermal scanner sebagai langkah antisipai peningkatan kasus Mpox dari otoritas bandara.
"Kami telah mengimplementasikan berbagai langkah proaktif untuk mencegah penyebaran virus monkeypox di Bandara Soekarno-Hatta," jelas Holik.
Dia bekerja sama erat dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) dan berbagai pihak terkait. Tujuannya, memastikan bahwa setiap penumpang yang memasuki Indonesia telah melalui proses screening yang komprehensif. Ini sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan.
Holik menyebut, dengan mengedepankan kesehatan dan keselamatan penumpang serta personel bandara, langkah-langkah pencegahan telah diperkuat.
Fokusnya, deteksi dini, penanganan yang tepat, dan penyediaan fasilitas yang memadai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!