Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gembong Narkoba Meksiko Dibebaskan dari Penjara AS

📅 Sabtu, 31 Agu 2024, 10:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gembong Narkoba Meksiko Dibebaskan dari Penjara AS Doc: RFI/AFP/PGR
Ket. Osiel Cardenas Guillen ditahan oleh agen Meksiko selama proses ekstradisi ke Amerika Serikat pada tahun 2007.

WASHINGTON - Gembong narkoba Meksiko Osiel Cardenas Guillen, mantan pemimpin Kartel Teluk dan geng kriminal Los Zetas yang terkenal, pada hari Jumat (30/8) dibebaskan dari penjara AS dan diserahkan ke departemen imigrasi, kata para pejabat.

Cardenas Guillen ditangkap pada tahun 2003 dan diekstradisi empat tahun kemudian ke Amerika Serikat, di mana ia mengaku bersalah atas perdagangan narkoba, pencucian uang, dan pemerasan.

Seorang pejabat Biro Penjara Federal mengatakan kepada AFP bahwa Cardenas Guillen (57) dibebaskan pada hari Jumat dan dipindahkan ke tahanan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE).

Dia menghadapi beberapa tuduhan yang tertunda di Meksiko, tetapi belum diketahui apakah pemerintah AS akan mendeportasinya.

Kartel Teluk pernah menjadi salah satu kelompok kriminal paling menakutkan di Meksiko, tetapi dalam beberapa tahun terakhir kehilangan pengaruh dan terpecah menjadi beberapa faksi.

Sebagai pemimpin kartel, Cardenas Guillen mengawasi kerajaan perdagangan narkoba yang bertanggung jawab mengekspor kokain dan marijuana dalam jumlah besar ke Amerika Serikat dari Meksiko.

Dijuluki "El Mata Amigos" (Pembunuh Teman), ia merekrut mantan tentara pasukan khusus Meksiko untuk membentuk pengawal pribadinya, yang akhirnya beroperasi sendiri dengan nama Los Zetas, salah satu geng paling haus darah di negara itu hingga runtuh.

Setelah penangkapannya di negara bagian perbatasan timur laut Tamaulipas, ia diekstradisi pada tahun 2007 ke Amerika Serikat, dan dijatuhi hukuman 25 tahun penjara pada tahun 2010 serta diperintahkan untuk membayar 50 juta dollar AS.

Setelah penangkapannya, Zetas beroperasi lebih independen hingga akhirnya mereka memutuskan hubungan dengan Kartel Teluk pada tahun 2010, dan melancarkan perang untuk menguasai rute perdagangan narkoba di Meksiko timur dan timur laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.