Indonesia Siapkan Protokol Kesehatan Sesuai Standar WHO Hadapi Mpox
📅 Jumat, 30 Agu 2024, 00:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ANTARA/SULTHONY HASANUDDIN
JAKARTA - Indonesia akan mempersiapkan protokol kesehatan sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) untuk mengantisipasi kasus cacar monyet atau monkeypox (mpox) pada Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak atau High Level Forum on Multi-Stakeholders Partnership (HLF MSP) 2024.
"Kami akan tetapkan sesuai standar WHO, misalnya pemeriksaan suhu di bandara dan tempat untuk karantina," kata Deputi bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas, Bogat Widyatmoko, saat konferensi pers di Menara Bappenas, Jakarta, Rabu (28/8).
Seperti dikutip dari Antara, Bogat menggarisbawahi pemerintah telah banyak belajar dari kasus pandemi Covid-19, sehingga protokol kesehatan yang akan diterapkan nantinya dapat memitigasi risiko penyakit cacar monyet.
Adapun persiapan HLF MSP 2024 hingga sejauh ini telah mencapai 90 persen. Rencananya dilakukan simulasi pada 30 Agustus, yang dilanjutkan dengan gladi kotor pada 31 Agustus dan gladi bersih pada 1 September. "Seluruh lokasi sudah kami siapkan. Pembicara juga sudah siap sekitar 95 persen, hanya 5 persen yang kami masih menunggu konfirmasi," ujar dia.
Kesiapan Internet
Sebaiknya Anda baca juga:
Bogat menyebut pemerintah turut memperhatikan kesiapan infrastruktur jaringan internet dan keamanan siber.
Gelaran HLF MSP 2024 akan dilaksanakan di Bali pada 1-3 September 2024, bertepatan dengan peringatan 69 tahun Konferensi Asia Afrika atau dikenal dengan Bandung Spirit, yang mengedepankan semangat solidaritas dan kerja sama negara-negara berkembang.
Pertemuan nanti diharapkan menjadi platform yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari seluruh dunia untuk bersama-sama merancang masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat Bandung Spirit yang telah menjadi landasan sejak 1955.
Sebaiknya Anda baca juga:
HLF MSP 2024 akan menjadi tonggak penting dalam sejarah diplomasi dan kerja sama pembangunan internasional, terutama antarnegara berkembang.
Forum ini tidak hanya akan menemukan solusi bagi kebuntuan dalam pembangunan global, tetapi juga akan memastikan semua pihak memiliki komitmen dan peran dalam memperjuangkan solusi tersebut bersama-sama.
Ketua umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), Hanny Nilasari, menjelaskan vaksin mpox hanya diberikan kepada populasi berisiko tinggi. "Ini sudah ada target khusus. Bukan untuk umum, tetapi untuk populasi khusus yang memang membutuhkan," jelas Hanny.
Lebih detail, Hanny menjelaskan kelompok yang disasar adalah LSL (lelaki berhubungan seks dengan lelaki) dengan kriteria tertentu dan orang dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Selain itu, vaksin mpox juga menyasar individu yang pernah kontak dengan penderita mpox dalam dua minggu terakhir, serta petugas laboratorium pemeriksa spesimen mpox dan petugas kesehatan yang menangani pasien mpox.
Hanny mengimbau target vaksin mpox harus mendapatkan dua dosis pada tahap pertama. Hal ini bertujuan agar vaksin tersebut dapat bekerja dengan efektif. Kementerian Kesehatan menyediakan vaksinasi sebanyak 4.450 dosis yang ditargetkan lebih dari 2.000 target sasaran masing-masing dua dosis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!