Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengagetkan Bagaimana Ini Bisa Terjadi, Imigrasi Bali Periksa Wisman Jadikan Vila untuk Sekolah Anak WNA

📅 Senin, 26 Agu 2024, 20:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan Bagaimana Ini Bisa Terjadi, Imigrasi Bali Periksa Wisman Jadikan Vila untuk Sekolah Anak WNA Doc: ANTARA/HO-Imigrasi Ngurah Rai
Ket. Petugas mendata WNA asal Swiss yang diduga membuka sekolah khusus anak-anak WNA di Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Senin (28/8/2024).

Badung - Kantor Imigrasi Ngurah Rai di Jalan Raya Taman Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali memeriksa tiga orang wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan vila yang diduga untuk kegiatan sekolah anak-anak warga negara asing (WNA).

"Kegiatan itu terungkap setelah tim kami melakukan patroli digital," kata Kepala Imigrasi Ngurah Rai Suhendra di Kabupaten Badung, Bali, Senin.

Ada pun tiga WNA itu, yakni pasangan pria dan wanita dari Swiss yang menyewa vila dan satu orang WNA asal Turki yang diketahui sebagai manajer operasional vila.

Tiga WNA itu berinisial PHB dan JMB keduanya dari Swiss dan satu WNA lain berinisial CK asal Tukri.

Untuk akomodasi vila tersebut berada di kawasan wisata Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Petugas Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Imigrasi Ngurah Rai mengumpulkan data bahwa vila itu digunakan untuk sekolah, yaknibelajar menulis, matematika, ilmu pengetahuan alam dan bahasa Indonesia bagi anak-anak WNA.

Ia belum memberikan rincian sejak kapan praktik diduga membuka sekolah khusus anak-anak WNA di vila tersebut.

Namun, berdasarkan data perlintasan Imigrasi Ngurah Rai, kedua WNA asal Swiss itu tiba di Indonesia melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada 19 Juli 2024 dan mengantongi izin tinggal terbatas investor.

Sedangkan CK tiba di Bali pada 25 Juni 2024 menggunakan visa kunjungan.

Suhendra juga belum memberikan rincian seluk beluk tiga WNA itu karena peran ketiganya masih didalami petugas Imigrasi.

Apabila pihaknya menemukan pelanggaran keimigrasian maka WNA tersebut berpotensi untuk mendapatkan tindakan administrasi keimigrasian di antaranya dideportasi.

Berdasarkan data Imigrasi Ngurah Rai, selama Januari hingga data terakhir pada 11 Agustus 2024, sebanyak 86 orang sudah dideportasi paling banyak dari Nigeria 23 orang, China 17 orang dan Amerika Serikat ada 12 orang.

Mereka diusir dari wilayah Indonesia karena terlibat pelanggaran izin tinggal, penyalahgunaan izin tinggal hingga terjerat kasus kriminal.

Selain itu, ada juga 71 orang ditangkal masuk Indonesia, sembilan orang dikenakan pembatalan izin tinggal dan 121 WNA ditahan sementara (detensi).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.