Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti Ingatkan Mpox Bawa Risiko yang Sulit Diprediksi

2 Jumat, 23 Agu 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Peneliti Ingatkan Mpox Bawa Risiko yang Sulit Diprediksi Peneliti Ingatkan Mpox Bawa Risiko yang Sulit Diprediksi Doc: ISTIMEWA
Ket. Penyakit Menular

PARIS - Ketika ketakutan tentang mpox akhir-akhir ini meningkat secara global, tampaknya pertanyaan sederhana seperti bahaya yang ditimbulkannya dan perbedaan antarvarian virus, tidak memiliki jawaban yang jelas dan sederhana.

Dikutip dari The Straits Times, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO) pada bulan Juli mengumumkan keadaan darurat kesehatan global atas penyebaran mpox, wabah yang pertama kali muncul pada manusia sekitar tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo atau Democratic Republic of Congo (DRC).

Selama puluhan tahun, penyakit yang dikenal dengan nama cacar monyet ini hanya ditemukan di beberapa negara Afrika, dengan perkiraan tingkat kematian berkisar antara 1 persen hingga 10 persen dari jumlah orang yang terinfeksi.

Ketidakpastian itu tumbuh sejak tahun 2022, ketika mpox menyebar ke tempat lain di dunia, terutama ke negara-negara Barat. Kasus-kasus di negara-negara yang baru terinfeksi ini memiliki tingkat kematian yang sangat rendah, sekitar 0,2 persen. Perbedaan tersebut kemungkinan berasal dari beberapa variabel.

Kualitas Perawatan

Pertama, seseorang yang tinggal di Amerika Serikat atau Eropa lebih mungkin menerima perawatan medis yang cepat dan tepat daripada pasien di sebagian besar negara Afrika. "Bahaya yang ditimbulkan mpox sangat bergantung pada kualitas perawatan dasar," kata Antoine Gessain, ahli virus yang mengkhususkan diri dalam penyakit tersebut.

Angka kematian yang terukur dalam wabah saat ini, sekitar 3,6 persen, kemungkinan akan jauh lebih rendah jika wabah ini tidak terbatas di DRC. Faktor lain yang mempengaruhi angka mortalitas (tingkat kematian) termasuk faktor yang membuat beberapa pasien lebih rentan daripada yang lain.

Sebagian besar kematian yang tercatat di DRC, lebih dari 500 dari lebih dari 15.000 kasus mpox, terjadi pada anak-anak, banyak di antaranya terkena dampak kekurangan gizi di negara itu.

Sebaliknya, dalam epidemi DRC di 2022 hingga 2023, jumlah orang yang meninggal sangat sedikit, sekitar 200 dari 100.000 kasus, sebagian besar adalah orang dewasa yang sistem kekebalannya sudah melemah karena infeksi human immunodeficiency virus (HIV).

Hasil mortalitas yang berbeda juga dapat dijelaskan berdasarkan cara penyebaran penyakit. Pada tahun 2022 hingga 2023, sebagian besar penularan terjadi melalui hubungan seks antara pria homoseksual atau biseksual.

Faktor lain yang menambah kompleksitas adalah klade atau famili, tempat virus spesifik yang menyebabkan wabah mpox berada. Para ilmuwan tengah berjuang untuk menentukan perbedaan antar klade dalam hal risiko kesehatan dan penularan.

Epidemi mpox 2022 hingga 2023 disebabkan oleh mpox klade II, yang sebagian besar terdapat di Afrika bagian barat, tetapi juga ditemukan di Afrika Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Memerangi Berita Bohong Menjadi Tugas Bersama

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Memerangi Berita Bohong Men...
Ekonomi
100 Anggota PAPRI dapat  Pe...
Daerah
Pemprov Sulteng Gencar Prom...

Telkom Percepat Adopsi AI di Segmen Enterprise

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Telkom Percepat Adopsi AI d...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.