Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Raja Charles Temui Penyintas Insiden Penikaman yang Memicu Kerusuhan di Inggris

📅 Kamis, 22 Agu 2024, 10:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Raja Charles Temui Penyintas Insiden Penikaman yang Memicu Kerusuhan di Inggris Doc: The Telegraph/Victoria Jones/Shutterstock
Ket. Raja Charles tampak terharu dengan banyaknya karangan bunga yang diberikan untuk menghormati para korban.

SOUTHPORT - Raja Charles III menyampaikan simpati "terdalamnya" pada hari Selasa (20/8) saat bertemu dengan para penyintas serangan penikaman di Inggris yang menewaskan tiga gadis muda dan memicu kerusuhan anti-imigrasi di Inggris.

Raja berusia 75 tahun itu memeriksa hamparan bunga penghormatan yang diletakkan di luar balai kota Southport untuk mengenang para korban -- Bebe King (6), Elsie Dot Stancombe (7), dan Alice da Silva Aguiar (9).

Ketiganya tewas dalam serangan di kelas tari bertema TaylorSwift di kota itu sekitar tiga minggu lalu yang juga menyebabkan sepuluh orang terluka, delapan di antaranya anak-anak.

Selain anak-anak, raja juga bertemu keluarga mereka dan petugas penghubung polisi yang bekerja dengan mereka.

Istana Buckingham mengatakan raja juga ingin mengucapkan terima kasih kepada "staf darurat garis depan atas pekerjaan berkelanjutan mereka dalam melayani masyarakat setempat".

Charles sebelumnya dikritik oleh beberapa pihak karena tidak mengeluarkan pernyataan publik terkait kerusuhan tersebut.

Meskipun raja menyampaikan belasungkawa kepada keluarga ketiga gadis yang terbunuh, ia tidak mengomentari soal kerusuhan hingga hampir dua minggu kemudian.

Secara tradisional, raja tidak mengomentari apa pun yang dapat menimbulkan kontroversi politik.

Namun dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Keir Starmer dan kepala polisi, raja mengatakan "sangat terdorong semangatnya" oleh reaksi "yang melawan agresi dan kriminalitas dari segelintir orang dengan belas kasih dan ketahanan dari banyak orang".

Charles menghabiskan sekitar 45 menit menemui para penyintas sebelum menandatangani buku belasungkawa di balai kota.

Ia menandatangani namanya dan menambahkan: "Dengan simpati yang sedalam-dalamnya."

Di luar gedung, sebelum dia pergi, dia bertemu dengan anggota masyarakat yang telah membantu setelah serangan itu.

Joanne Martlew, seorang pensiunan pekerja layanan darurat yang menolong para korban setelah melihat sisa-sisa serangan mengatakan bahwa "sangat luar biasa bisa bertemu dengan Sang Raja".

Helen Marshall (71), seorang anggota kelompok berkebun yang mengurus banyak penghormatan bunga mengatakan kunjungan raja "sangat penting" bagi kota tepi pantai itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.