Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasto: Transformasi Ekonomi Terwujud Lewat Keluarga Mandiri

📅 Kamis, 22 Agu 2024, 18:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hasto: Transformasi Ekonomi Terwujud Lewat Keluarga Mandiri Doc: bkkbn.go.id
Ket. Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengatakan transformasi ekonomi dapat terwujud lewat keluarga yang mandiri.

"Indeks pembangunan keluarga (iBangga) salah satunya adalah kemandirian, dan kita berperan besar mewujudkan transformasi ekonomi melalui keluarga yang mandiri," ujar Hasto dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (21/8).

Ia menyampaikan hal tersebut saat melantik pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama serta pejabat administrator dan pejabat fungsional di lingkungan BKKBN pada Senin (19/8) di Kantor BKKBN, Jakarta Timur.

Menurut Hasto, saat ini Indonesia mempunyai cita-cita meningkatkan pendapatan per kapita dan keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Untuk itu ia mengingatkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, ada sembilan hal yang harus selalu diperhatikan untuk menjadi agenda pembangunan ke depan.

"Pertama, mewujudkan transformasi sosial. Kedua, transformasi ekonomi, di mana peran BKKBN sangat besar karena keluarga adalah bagian sangat penting untuk mewujudkan kemandirian," kata Hasto.

Ketiga, yakni transformasi tata kelola. Keempat, memantapkan supremasi hukum stabilitas, fasilitas dan kepemimpinan di Indonesia. Kelima, memanfaatkan ketahanan sosial budaya dan ekologi.

Keenam, mewujudkan pembangunan wilayah yang merata dan berkeadilan khusus. Ketujuh, BKKBN harus berperan besar karena masih adanya kesenjangan indikator-indikator program.

"Sangat terasa adanya kesenjangan angka kelahiran total atau total fertility rate (TFR), karena antara satu daerah dengan daerah yang lain berbeda," ucap dia.

Kedelapan, lanjut dia, yakni mewujudkan sarana prasarana yang berkualitas dan ramah lingkungan, serta kesembilan, yakni mewujudkan kesinambungan pembangunan. Untuk itu, ia menekankan pentingnya memperhatikan kualitas sumber daya manusia (SDM), tidak hanya kuantitas.

"Maka, jargon yang ada sudah kita persiapkan bagaimana meningkatkan kualitas dengan tetap menjaga kuantitas. Tentu ini seiring dengan TFR kita sudah mencapai 2,1. Kita juga harus meningkatkan kualitas SDM ke depan," tutur dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Luar Negeri
Kabut Asap Indonesia Membur...
Olahraga
Alwi Tersingkir dari French...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.