Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ada Kekhawatiran Resesi Ekonomi AS Lebih Cepat dari Perkiraan

📅 Kamis, 22 Agu 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ada Kekhawatiran Resesi Ekonomi AS Lebih Cepat dari Perkiraan Doc: ANTARA/Muhammad Ramda n
Ket. BI-Rate tetap di level 6,25 persen I Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (ketiga dari kiri) bersama Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti (ketiga dari kanan), dan para Deputi Gubernur (dari kiri) Aida S. Budiman, Doni P. Joewono, Juda Agung dan Filianingsih Hendarta memberikan pemaparan kepada media terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Selasa (21/8). BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap di level 6,25 persen, suku bunga deposit facility tetap sebesar 5,5 persen, dan suku bunga lending facility tetap 7 persen.

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan ketidakpastian pasar keuangan global mulai mereda dengan risiko yang masih tetap harus diwaspadai ke depan.

Ekonomi global pada 2024 diperkirakan tumbuh sebesar 3,2 persen dengan kecenderungan yang melambat.

Perry mengatakan ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan mulai melambat di semester II-2024 seiring dengan penurunan permintaan domestik. Sementara itu, ekonomi Tiongkok belum kuat, dan ekonomi di kawasan Eropa terus membaik.

Pelambatan ekonomi AS berdampak pada meningkatnya pengangguran dan menurunnya inflasi yang lebih cepat ke arah sasaran inflasi jangka panjangnya, yaitu sebesar 2 persen.

"Perkembangan ini mendorong kuatnya ekspektasi penurunan Fed Funds Rate yang lebih cepat dan lebih besar dari perkiraan," katanya.

Perkembangan tersebut menyebabkan penurunan imbal hasil (yield) US Treasury tenor dua tahun, yang diikuti dengan penurunan yield US Treasury tenor 10 tahun dan pelemahan dollar AS terhadap berbagai mata uang dunia.

Berbagai perkembangan tersebut mendorong meningkatnya aliran masuk modal asing dan memperkuat mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ke depan, risiko terkait dengan kekhawatiran resesi ekonomi AS dan dinamika geopolitik di berbagai belahan dunia termasuk di Amerika sejalan dengan proses pemilihan umum di wilayah tersebut perlu terus dicermati.

"Kondisi ini memerlukan kehati-hatian dalam merumuskan respons kebijakan dari rambatan ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik," katanya.

Tiongkok Melambat

Peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda, mengatakan prediksi perlambatan ekonomi global ini sudah disampaikan dalam beberapa bulan yang lalu di tengah tingginya suku bunga acuan dan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melambat ke angka 4 persen.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan dipatok moderat di APBN 2025 yang saya prediksi bisa lebih lambat. Tahun depan ada di angka 4,8-5,0 persen saya rasa. Awal tahun depan bisa menjadi pemacu ekonomi tahun 2025," kata Huda.

Namun, tantangan inflasi awal tahun yang relatif lebih tinggi biasanya menghambat daya beli. "Maka penting bagi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat ketika awal tahun depan," tegasnya.

Direktur Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan ada kekhawatiran resesi ekonomi AS terjadi lebih cepat dari perkiraan, dan ini sebenarnya perpindahan modal asing ke aset negara berkembang cuma temporer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Oman Tunda Pertemuan Darura...
Luar Negeri
Mau Buka Selat Hormuz, Iran...

Warga Rusunawa Desak Pengusiran Dihentikan

2 jam lalu | Paundra Zakirulloh

Megapolitan
Warga Rusunawa Desak Pengus...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.