Tentara Korut Membelot ke Korsel
📅 Rabu, 21 Agu 2024, 13:01 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: AFP/Jung Yeon-je
SEOUL - Seorang warga Korea Utara (Korut) telah membelot ke Korea Selatan (Korsel) dengan berjalan melintasi perbatasan yang dijaga ketat yang memisahkan kedua negara di Semenanjung Korea, kata militer Korsel pada Selasa (20/8).
Puluhan ribu warga Korut telah melarikan diri ke Korsel sejak semenanjung itu terpecah akibat perang pada tahun 1950-an, namun sebagian besar warga Korut yang membelot tersebut terlebih dahulu melintasi perbatasan darat menuju Tiongkok.
Angka awal Kementerian Unifikasi Korsel menunjukkan bahwa pada tahun 2024, hingga Juni, sebanyak 105 orang telah membelot.
Pada tanggal 20 Agustus, militer Seoul mengatakan pihaknya telah menangkap satu orang yang diduga warga Korut di front timur dan menyerahkannya kepada pihak berwenang terkait.
"Pembelot tersebut adalah seorang staf sersan yang diberi bimbingan oleh militer Korsel selama pembelotan tersebut," lapor kantor beritaYonhap.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jumlah pembelotan turun secara signifikan dibandingkan tahun 2020 setelah Korut menutup perbatasannya untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan menerapkan perintah tembak di tempat di sepanjang perbatasan darat dengan Tiongkok.
Namun setelah kontrol perbatasan dilonggarkan pada tahun 2023, jumlah pembelotan meningkat lagi dengan 196 orang kabur ke Korsel pada tahun 2023.
Media lokal melaporkan bahwa pembelot terakhir berjalan di sepanjang jalan di tepi pantai di Provinsi Gangwon timur pada Selasa dini hari, dan mengenakan seragam militer Korut ketika dijemput oleh pihak berwenang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peningkatan Jumlah
Pembelotan ini merupakan yang kedua pada bulan Agustus, setelah satu orang lainnya berhasil melintasi perbatasan maritimde factodi Laut Kuning pada 8 Agustus lalu.
Pembelotan terbaru ini terjadi ketika hubungan antara kedua Korea berada pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, dengan Korut berjanji untuk meningkatkan pengujian senjata dan membombardir Korsel dengan balon pembawa sampah .
Profesor Park Won-gon dari Universitas Ewha mengatakan peningkatan jumlah pembelotan menunjukkan situasi internal di Korut buruk.
Dia mencatat laporan berita tentang banjir di Korut, dengan media pemerintah menunjukkan pemimpin Kim Jong-un secara pribadi berusaha membantu sebagai indikatornya.
Hujan deras melanda wilayah utara Korut pada akhir bulan Juli, dan media Korsel melaporkan kemungkinan korban jiwa hingga 1.500 orang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!