70.000 Orang Mengungsi akibat Meluapnya Sungai Omo di Ethiopia
📅 Rabu, 21 Agu 2024, 16:51 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: ANTARA/Shutterstock/pri.
ADDIS ABABA - Sekitar 79.000 orang mengungsi di Ethiopia selatan setelah hujan lebat menyebabkan meluapnya Sungai Omo yang melanda 34 distrik di wilayah tersebut.
Ato Tadele Hate, seorang kepala suku setempat, mengatakan pada Selasa (20/8) kepada media lokal, Radio Sheger bahwa hujan lebat selama beberapa hari berturut-turut telah merusak ladang pertanian dan peternakan.
Hate mengatakan kehancuran tersebut menjadi masalah yang terus berulang, sehingga ia meminta pemerintah federal dan organisasi kemanusiaan untuk segera memberikan bantuan.
"Hujan lebat tahun lalu menyebabkan masalah serupa dan kini banjir yang terjadi saat ini telah melanda daerah-daerah yang penduduknya telah direlokasi akibat banjir tahun lalu," katanya.
Kepala suku tersebut juga menekankan perlunya tindakan segera untuk mengalihkan Sungai Omo dan mencegah meluapnya sungai di masa mendatang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dirinya menyatakan keprihatinannya terhadap Kota Omorate yang terletak di tepi Sungai Omo dan menghadapi risiko tinggi terkena dampak banjir.
"Kecuali tindakan segera diambil, kami khawatir Omorate yang merupakan rumah bagi ribuan orang, akan musnah sepenuhnya oleh banjir," ia memperingatkan.
Ethiopia Selatan sangat rentan terhadap tanah longsor dan banjir yang sering terjadi dan parah selama musim hujan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tilahun Bishaw, kepala Palang Merah Ethiopia setempat, menyatakan bahwa hujan diperkirakan akan terus turun dan situasi akan memburuk kecuali tindakan segera diambil. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!