Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hasto Ungkap Remaja Perlu Kuasai Keterampilan Tingkat Tinggi

📅 Selasa, 20 Agu 2024, 19:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hasto Ungkap Remaja Perlu Kuasai Keterampilan Tingkat Tinggi Doc: bkkbn.go.id
Ket. Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menyebut remaja perlu menguasai keterampilan tingkat tinggi atau high skill.

"Saat ini bangsa kita masih di medium-low skill. Anda para remaja sebagai calon pemimpin masa depan, saya titip ayolah keterampilan kita tingkatkan sama-sama, jangan low atau medium, tapi high skill," kata Hasto dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (19/8).

Hasto menyampaikan hal tersebut saat mengisi seminar di Universitas Tarumanegara (Untar), Jakarta Barat, pada Kamis (15/8) lalu. Ia menegaskan, para mahasiswa harus menguasai keterampilan tinggi dan menguasai teknologi agar bisa terus beradaptasi dengan dunia kerja yang dinamis.

"Harus kuasai skill yang tinggi, jangan hanya skill yang rendah-rendah saja. Saya yakin adik-adik remaja kalau menguasai teknologi, ini high skill. Kalau saya misalnya, sebagai ahli bayi tabung memiliki keterampilan mempertemukan sperma dan sel telur sampai menjadi embrio," ujar Kepala BKKBN.

Hasto pun memaparkan, populasi usia remaja di Indonesia saat ini mengambil porsi terbesar di antara usia lainnya, terdiri dari 33,75 persen generasi milenial dan 29,23 persen generasi Z dan alpha. Sedangkan jumlah remaja usia 10-24 tahun sebesar 64 juta jiwa atau sekitar 28,6 persen dari total penduduk di Indonesia proyeksi penduduk 2000-2025. Oleh karena itu, remaja menjadi fokus perhatian penting.

Ia menegaskan juga agar anak muda tidak menua sebelum kaya sehingga tidak terjebak di pendapatan kelas menengah. "Pesannya jangan sampai kita growing old before growing rich, ini persoalan serius. Ketika bangsa kita sudah menua tapi pendapatan per kapitanya belum tinggi maka kita terjebak," ucap dia.

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) per Agustus 2023, hampir separuh pekerja usia produktif adalah pekerja informal (47,2 persen), di mana pekerja informal perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki, dan lebih dari sepertiga pekerja usia produktif bekerja kurang dari 35 jam sepekan (35,2 persen), didominasi perempuan.

"Mulai sekarang, ketika belajar di kampus, siapkan diri agar nantinya jangan menganggur, harus produktif. Satu minggu itu 160 jam lebih, tetapi banyak generasi muda kita bekerja kurang dari 35 jam. Inilah apabila bangsa yang besar belum tentu sukses karena belum menggunakan waktunya dengan baik," papar Hasto.

Kepala BKKBN juga mengingatkan pentingnya mengendalikan gangguan mental dan mengurangi stres dengan berolahraga dan melakukan hal-hal positif. "Orang bisa senang karena ada hormon dopamin dari otak. Cara mengeluarkannya bisa dengan olahraga, menyanyi, berdoa, beribadah. Lakukan hal positif," tutur dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

31 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.