Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gencarkan Sosialisasi Rencana Penutupan Berkala Kawasan TN Komodo

📅 Selasa, 20 Agu 2024, 03:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gencarkan Sosialisasi Rencana Penutupan Berkala Kawasan TN Komodo Doc: ANTARA/Gecio Viana
Ket. Suasana sosialisasi penutupan berkala TN Komodo di Labuan Bajo.

Labuan Bajo - Balai Taman Nasional Komodo (TNK) melakukan sosialisasi rencana penutupan berkala kawasan Taman Nasional (TN) Komodo demi keberlanjutan ekosistem kepada para pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sosialisasi di Labuan Bajo itu juga dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, warga dan sejumlah asosiasi pariwisata.

"Kegiatan ini lebih pada pembangunan pemahaman atau kesadaran bersama," kata Kepala Balai TNK Hendrikus Rani Siga, Senin.

Ia menegaskan penutupan kawasan TN Komodo untuk mengurangi dampak aktivitas wisata terhadap kawasan tidak dilakukan dalam waktu yang lama atau permanen.

Ia menawarkan penutupan berkala TN Komodo dilakukan sehari dalam sepekan, namun tawaran tersebut masih menunggu hasil kajian oleh Balai TN Komodo bersama pakar konservasi dan pakar ekowisata dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Kami harapkan Desember 2024 selesai, tapi kan dalam proses ada dinamika yang terjadi, bisa molor bisa lebih cepat kita tidak tahu, ini dalam proses pengkajian," katanya.

Ia menjelaskan usai kajian penutupan berkala TN Komodo rampung, maka akan dilakukan konsultasi publik dan sosialisasi.

"Jadi ada tahapan pengambilan data lapangan, lalu dianalisis, kemudian konsultasi publik untuk minta masukan dari publik kemudian nanti dianalisis lagi, kalau memang diperlukan maka kajian lagi baru sosialisasi dan kalau sepakat kita sampai pada penerapan," katanya.

Sementara itu, Direktur Pemanfaatan PJLKK Direktorat Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nandang Prihadi mengatakan rencana penutupan berkala TN Komodo dilakukan demi pemulihan kawasan.

"Memberikan kesempatan bagi kawasan untuk bernafas, memberikan waktu untuk waktu mereka untuk istirahat dari kunjungan wisatawan," katanya.

Ia menekankan rencana penutupan berkala TN Komodo merupakan penutupan terencana dengan kajian ilmiah dan bersifat periodik.

"Bukan penutupan yang periodenya panjang, jadi bukan penutupan yang satu tahun enggak bukan, tapi ada penutupan terencana reguler begitu yang tadi kan sudah mulai mengerucut hanya satu hari dalam satu minggu," katanya.

Menurut dia penutupan berkala juga dilakukan kawasan lainnya di Indonesia seperti Taman Nasional Gunung Rinjani.

"Itu tutup dari Januari hingga Maret," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.