Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Diterjang Topan yang 'Sangat Kuat', Ratusan Penerbangan dan Kereta Dibatalkan

📅 Jumat, 16 Agu 2024, 08:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jepang Diterjang Topan yang 'Sangat Kuat', Ratusan Penerbangan dan Kereta Dibatalkan Doc: Sydney Herald/AP
Ket. Ombak menghantam pantai di Miyazaki, Jepang selatan, pada tahun 2022 saat topan dahsyat mendekati Jepang menghantam wilayah tersebut dengan angin kencang dan hujan lebat.

TOKYO - Topan yang digambarkan oleh para peramal cuaca sebagai "sangat kuat" menerjang Jepang pada hari Jumat (16/8), mengakibatkan ratusan penerbangan dan kereta api dibatalkan serta 1.700 rumah tanpa listrik.

Topan Ampil terletak di sebelah timur Pulau Hachijojima, sekitar 300 kilometer (190 mil) selatan Tokyo dan membawa hembusan angin berkecepatan hingga 216 km/jam saat bergerak ke utara, kata Badan Meteorologi Jepang.

Topan tersebut diperkirakan tidak akan menerjang daratan, melainkan bergerak di sepanjang garis pantai dekat wilayah Tokyo, yang merupakan rumah bagi sekitar 40 juta orang, sebelum bergerak kembali ke Pasifik.

Pihak berwenang memperingatkan adanya angin kencang, hujan sangat lebat, dan kemungkinan tanah longsor, serta mengimbau warga untuk sangat berhati-hati.

Sebanyak 1.700 rumah tangga di prefektur tetangga Tokyo tidak memiliki listrik hingga Jumat pagi karena topan tersebut, menurut operator utilitas.

ANA membatalkan 280 penerbangan domestik yang berdampak pada lebih dari 60.000 penumpang, sementara Japan Airlines membatalkan 281 layanan domestik dan 38 layanan internasional, yang berdampak pada 49.700 pelanggan.

Bagian utama jaringan layanan kereta peluru Jepang juga akan dibatalkan pada hari Jumat -- termasuk bagian sibuk antara Tokyo dan pusat kota Nagoya.

Topan tersebut datang saat Jepang merayakan minggu liburan "obon" saat jutaan orang kembali ke kampung halaman mereka, dan beberapa hari setelah Badai Tropis Maria mendatangkan hujan lebat yang memecahkan rekor di beberapa wilayah di utara.

Topan di wilayah tersebut terbentuk lebih dekat ke garis pantai, menguat lebih cepat dan bertahan lebih lama di daratan akibat perubahan iklim, menurut sebuah studi yang dirilis bulan lalu.

Para peneliti dari berbagai universitas di Singapura dan Amerika Serikat menganalisis lebih dari 64.000 model badai historis dan masa depan dari abad ke-19 hingga akhir abad ke-21 untuk menghasilkan temuan-temuan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.