Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penurunan Bunga Acuan The Fed Untungkan Pasar Modal Asia

📅 Kamis, 15 Agu 2024, 06:00 WIB | Oleh:
Penurunan Bunga Acuan The Fed Untungkan Pasar Modal Asia Doc: istimewa

JAKARTA - Spekulasi pasar menguat terkait penurunan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed pada September mendatang. Jika suku bunga The Fed turun pada September mendatang, maka hal tersebut akan menguntungkan pasar modal di Asia.

"Asia akan diuntungkan dengan ekspektasi pasar atas adanya siklus pelonggaran moneter tersebut," kata Director & Chief Investment Officer, Fixed Income, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Ezra Nazula di Jakarta, Rabu (14/8).

Dia mengatakan hal tersebut dikarenakan penurunan suku bunga The Fed atau Fed Fund Rate (FFR) akan menekan tingkat imbal hasil (yield) surat utang AS, atau US Treasury securities, secara signifikan.

Ekspektasi para pelaku pasar yang tinggi terhadap pemangkasan suku bunga tersebut, lanjutnya, membuat imbal hasil US Treasury securities untuk tenor 10 tahun yang tercatat berada pada level 4,4 persen pada Juni 2024, turun sekitar 35 basis poin pada bulan berikutnya.

"Dan bahkan sekarang imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun sudah di bawah level 3,8 persen menjadi sekitar 3,7 persen. Ini efek dari ekspektasi dan optimisme penurunan suku bunga yang sudah terlihat," ucap Ezra.

Tidak hanya yield surat utang, dia menyatakan bahwa penurunan suku bunga The Fed juga akan mendorong pelemahan dollar AS terhadap mata uang negara-negara lainnya, khususnya negara berkembang.

Dia pun mengatakan pelemahan mata uang global tersebut dapat memberikan keuntungan bagi negara-negara Asia, terutama di pasar modal.

"Secara historis, saat 12 kali pasar Asia lebih diunggulkan daripada pasar saham global, 9 kalinya terjadi ketika dolar AS melemah," jelas Ezra.

Selain itu, dia menuturkan saat ini ekonomi negara adidaya tersebut sedang melandai, sementara ekonomi Asia cukup kuat terlihat dari volume ekspor dan tingkat Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang cukup baik didukung oleh permintaan terhadap produk semikonduktor.

Dengan kondisi imbal hasil surat utang yang menurun, mata uang yang melemah, serta ekonomi yang melandai di AS, dia memprediksikan bahwa aliran modal asing akan lebih banyak masuk ke kawasan Asia, termasuk Indonesia.

"Dengan dollar AS yang melemah ini, maka inflow dana aliran asing juga akan masuk ke kawasan Asia, termasuk Indonesia. Jadi, pada saat suku bunga turun, inflow asing itu akan masif masuk ke negara-negara Asia," imbuh Ezra.

Perkembangan Inflasi

Seperti diketahui, the Fed mempertahankan suku bunga pada level tertinggi dalam dua dekade terakhir. Sebab, bank sentral berupaya mengembalikan inflasi ke target jangka panjangnya sebesar dua persen, menyusul lonjakan harga-harga akibat pandemi Covid-19.

Saat ini, inflasi AS berada di level 2,5 persen, dengan ekonomi masih terus tumbuh dan pasar tenaga kerja sedikit melemah. Karenanya, Gubernur The Fed Jerome Powell pada Juli lalu menyatakan potensi pemangkasan bunga acuan atau Fed Fund Rate (FFR) pada September mendatang. Dengan catatan, jika data ekonomi terus menunjukkan hasil yang sesuai dengan harapan mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.