Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengerukan segmen ketiga Kali Kamal masuk tahap sosialisasi

📅 Kamis, 15 Agu 2024, 16:20 WIB | Oleh:
Pengerukan segmen ketiga Kali Kamal masuk tahap sosialisasi Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat mengeruk Kali Kamal di Tegal Alur, Kalideres untuk mengantisipasi luapan kali tersebut, khususnya ketika sedang hujan, Selasa (7/5/2024).

Jakarta - Pengerukan segmen ketiga Kali Kamal di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, mulai dari Jembatan Menceng Raya sampai Jalan Satu Meret kini masuk tahap sosialisasi.

Sosialisasi tersebut utamanya dilakukan untuk memberitahu warga tentang lalu lintas alat berat serta truk pengangkut lumpur di area sekitar selama proses pengerukan berlangsung.

"Mau turun satu alat lagi tapi masih proses sosialisasi ke warganya. Jadi sekarang sudah mau turun pengerukan yang segmen tiga," kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat Purwanti Suryandaridi Jakarta pada Kamis.

Adapun pengerukan Kali Kamal dibagi menjadi tiga segmen pengerjaan, yakni segmen pertama mulai dari Jembatan Kapuk Kamal sampai dengan Jembatan Risma.

Kemudian segmen kedua mulai dari mulai dari Jembatan Risma sampai dengan Jembatan Menceng Raya.

Hingga 26 Juli 2024, pengerukan segmen pertama telah mencapai 90 persen dan kini sudah hampir selesai.

"Segmen pertama sudah hampir selesai, tinggal dikit lagi persentasenya belum bisa dirinci. Terus segmen kedua juga masih terus berproses, sudah majulah dari kemarin (26 Juli 2024)," kata Purwanti.

Pengerukan Kali Kamal yang telah dimulai sejak 2 Mei 2024 itu ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Purwanti menyebutkan bahwa genangan yang sering terjadi di sekitar Kali Kamal utamanya diakibatkan debit aliran dari

Cisadane melalui Pintu Air 10 di Tangerang melewati Rawa Bokor menuju Saluran Irigasi dan akibat genangan rob yang terjadi di daerah Muara.

"Jakarta Barat itu kan cekungan dan punya elevasi lebih rendah dari daerah Utara. Nah itu mengakibatkan durasi waktu genangan di Tegal Alur jadi lebih lama surut," kata Purwanti.

Selain itu, kata Purwanti, ditambah dengan adanya beberapa penghalangaliran seperti jembatan orang yang melintang sungai, banyak sedimentasi dan elevasi dasar saliran yang tidak beraturan.

Beberapa daerah rawan genangan adalah RW 1 (Rawa Melati), RW 03, tepatnya di belakang Rusun Tegal Alur di Jalan Lingkungan III), kemudian RW 3, 15, 13 di Jalan Prepedan, RW 9 (Gang Sadun).

"Sementara penanganannyaitu pembangunan Pompa Kamal dengan Kapasitas 30 meter kubik per detik," kata Purwanti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.