Kenaikan Tarif PPN Semakin Menekan Daya Beli Masyarakat
📅 Kamis, 15 Agu 2024, 00:04 WIB | Oleh: Eko S
Doc: istimewa
JAKARTA - Pemerintah dianggap kurang peka dengan persoalan yang sedang dihadapi sebagian besar masyarakat saat ini, jika tetap bersikukuh untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen pada 2025 mendatang dibanding saat ini 11 persen.
Kurang pekanya pemerintah itu karena hanya mengejar target penerimaan, tanpa memperhitungkan kenaikan pendapatan sebagian besar masyarakat, terutama kelas menengah bawah yang sangat merasakan dampak kenaikan tarif pajak.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan rencana menerapkan kebijakan kenaikan tarif itu akan semakin menekan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah.
Sebab, kenaikan tarif PPN tentu akan diikuti dengan kenaikan harga barang dan jasa.
Padahal, saat ini sejumlah data menunjukkan bahwa daya beli masyarakat melemah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, dalam kesempatan lain, mengatakan data terbaru seperti deflasi terjadi tiga bulan berturut-turut dan Survei Konsumen BI telah menunjukkan kalau daya beli masyarakat saat ini sedang dalam kondisi lemah.
Kondisi tersebut telah membuat banyak keluarga harus berhemat dan mengurangi pengeluaran mereka.
Kenaikan PPN akan menambah beban itu dan membuat mereka harus semakin selektif dalam pengeluaran sehari-hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dampak itu juga akan lebih terasa pada barang-barang konsumsi harian yang merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat luas.
"Kenaikan PPN akan mendorong inflasi lebih tinggi.
Ketika inflasi meningkat, daya beli masyarakat semakin tergerus, karena penghasilan mereka tidak cukup untuk menutupi kenaikan biaya hidup.
Hal ini akan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok berpendapatan tetap dan mereka yang bekerja di sektor informal," kata Achmad.
Sulit Penuhi Kebutuhan Dasar
Selain itu, kenaikan PPN juga bisa berdampak pada sektor bisnis, terutama usaha kecil dan menengah (UKM) yang mungkin kesulitan untuk menyesuaikan harga produk mereka tanpa kehilangan pelanggan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!