Google: Peretas Iran Targetkan Kampanye Trump dan Kamala Harris
📅 Kamis, 15 Agu 2024, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis"Musim semi dan musim panas ini, mereka telah menunjukkan kemampuan untuk menjalankan sejumlah kampanye phishing secara bersamaan, terutama yang difokuskan pada Israel dan Amerika Serikat."
Google mendesak individu-individu berisiko tinggi yang terkait dengan pemilu mendatang untuk tetap waspada dan memanfaatkan peningkatan pertahanan yang ditawarkan oleh perusahaan internet tersebut.
Departemen Luar Negeri AS memperingatkan Iran pada hari Senin tentang konsekuensi atas campur tangan pemilu setelah tim kampanye Trump mengumumkan sistemnya telah diretas.
Tim kampanye Trump telah mengisyaratkan bahwa Iran berada di balik pelanggaran tersebut, yang mengakibatkan terkirimnya dokumen-dokumen pribadi kepada para wartawan, termasuk penelitian yang digunakan tim kampanye untuk memeriksa calon wakil presidennya, JD Vance.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia memperingatkan media massa agar tidak mencetak ulang dokumen tersebut. Tindakan tersebut akan "menuruti perintah musuh Amerika."
Nada bicaranya berbeda dari tahun 2016, saat Trump mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa ia berharap Russia akan "menemukan" email Hillary Clinton, pernyataan yang secara luas dipandang sebagai dorongan untuk melakukan peretasan lebih lanjut terhadap lawan pemilunya.
Intelijen AS menyimpulkan, Russia melakukan intervensi dalam pemilu 2016 untuk mendukung Trump. Capres Republik itu membantah temuan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!