Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Melakukan Uji Coba 'Drone' Kargo Terbesar

📅 Selasa, 13 Agu 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Tiongkok Melakukan Uji Coba 'Drone' Kargo Terbesar Doc: ISTIMEWA/CGTN/YOUTUBE
Ket. Tangkapan layar “drone” baru Tiongkok.

BEIJING - Tiongkok baru-baru ini menguji coba penerbangan drone kargo terbesarnya yang dirancang untuk penggunaan sipil, saat negara pembuat pesawat nirawak terbesar di dunia itu meningkatkan uji terbang kendaraan udara nirawak atau unmanned aerial vehicles (UAV) yang pada akhirnya dapat mengangkut segala hal, mulai dari makanan hingga orang.

"Dengan kapasitas muatan 2 metrik ton, pesawat bermesin ganda itu lepas landas pada 11 Agustus dalam penerbangan perdana untuk perjalanan sekitar 20 menit di Provinsi Sichuan barat daya," kata media pemerintah, mengutip pengembang Sichuan Tengden Sci-tech Innovation.

Dikutip dari Straits Times, memiliki lebar sayap 16,1 meter dan tinggi 4,6 meter, pesawat yang sepenuhnya dibangun oleh Tengden yang didanai pemerintah ini sedikit lebih besar dari pesawat ringan paling populer di dunia, Cessna 172 berkapasitas empat tempat duduk.

Pembuat pesawat nirawak sipil Tiongkok sedang menguji muatan yang lebih besar karena pemerintah berupaya membangun ekonomi dataran rendah, dengan regulator penerbangan memperkirakan industri senilai 2 triliun yuan pada 2030, untuk perluasan empat kali lipat mulai pada 2023.

Uji terbang Tengden mengikuti penerbangan perdana HH-100 pada bulan Juni, sebuah drone kargo yang dikembangkan oleh Aviation Industry Corp of China (AVIC) dengan kapasitas muatan 700 kilogram dan radius terbang 520 kilometer.

Pada tahun 2025, AVIC berencana untuk menguji drone kargo terbesarnya, TP2000, yang dapat membawa hingga 2 ton kargo sejauh 2.000 kilometer.

Pertumbuhan Baru

Dalam sebuah laporan pada tahun 2024, pemerintah mengidentifikasi ekonomi dataran rendah sebagai mesin pertumbuhan baru untuk pertama kalinya, dengan mobilitas vertikal dilihat sebagai "kekuatan produksi baru" di bidang-bidang seperti transportasi penumpang dan pengiriman kargo.

Pada bulan April, otoritas penerbangan mengeluarkan sertifikat produksi kepada pembuat UAV EHang Holdings, yang berkantor pusat di kota selatan Guangzhou, untuk drone pembawa penumpangnya, dokumen pertama Tiongkok untuk drone penumpang otonom.

Sebulan kemudian, perusahaan drone kargo Phoenix Wings, bagian dari raksasa pengiriman SF (Shunfeng) Express, mulai mengirimkan buah segar dari provinsi kepulauan Hainan ke Guangdong selatan, menggunakan drone Fengzhou-90 yang dikembangkan oleh SF, unit SF Holding.

Pada tahun 2023, Tiongkok memiliki lebih dari 2.000 perusahaan yang bergerak di bidang desain atau pembuatan UAV, dipimpin oleh DJI yang merupakan perusahaan swasta, pembuat drone terbesar di dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.