Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Situasi Keamanan di Dhaka Kembali Normal

📅 Selasa, 13 Agu 2024, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Situasi Keamanan di Dhaka Kembali Normal Doc: AFP/LUIS TATO
Ket. Kembali Bertugas l ­Seorang petugas polisi lalu lintas memegang payung saat sedang menjalankan tugas di Dhaka, Bangladesh, pada Senin (12/8). Aparat kepolisian sempat menghilang di Bangladesh selama aksi unjuk rasa mahasiswa yang rusuh beberapa waktu lalu.

DHAKA - Polisi Bangladesh pada Senin (12/8) melanjutkan patroli di ibu kota Dhaka setelah aksi unjuk rasa selama sepekan yang menyebabkan kekosongan hukum dan ketertiban usai Perdana Menteri Sheikh Hasina digulingkan secara tiba-tiba, berakhir.

Petugas polisi sempat menghilang dari jalan-jalan di kota besar berpenduduk 20 juta orang itu pekan lalu setelah pengunduran diri dan kaburnya PM Hasina ke luar negeri yang mengakhiri pemerintahannya selama 15 tahun.

Polisi dibenci karena mereka menjadi ujung tombak tindakan keras mematikan selama beberapa pekan aksi protes yang memaksa kepergiannya, dengan 42 petugas di antara lebih dari 450 orang yang tewas, jadi korban.

Polisi telah berjanji untuk tidak melanjutkan tugasnya hingga keamanan mereka terjamin, namun mereka setuju untuk kembali setelah pembicaraan larut malam dengan pemerintah sementara yang baru, yang dipimpin oleh peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus.

"Senang bisa kembali," kata Asisten Komisaris Polisi Snehasish Das kepada AFP sambil berdiri di persimpangan yang sibuk mengatur lalu lintas. "Karena kami merasa aman sekarang hingga kami bisa kembali bertugas," imbuh dia.

Aksi protes yang dipimpin mahasiswa terhadap pemerintahan Hasina sebagian besar berlangsung damai sampai polisi berusaha membubarkan mereka dengan kekerasan. Sekitar 450 dari 600 pos polisi di negara itu menjadi sasaran serangan pembakaran dan vandalisme selama sebulan terakhir, menurut serikat polisi nasional. Beberapa di antaranya mulai dibuka kembali akhir pekan lalu di bawah penjagaan tentara, sebuah institusi yang sangat dihormati karena sebagian besar militer menolak berpartisipasi dalam tindakan keras tersebut.

Ketika polisi tidak ada, para mahasiswa yang memimpin aksi protes yang menggulingkan Hasina mengajukan diri untuk memulihkan hukum dan ketertiban setelah penjarahan dan serangan balasan beberapa jam setelah kepergian mereka. Para mahasiswa itu bertindak sebagai penjaga lalu lintas, membentuk patroli pengawasan lingkungan pada malam hari dan menjaga kuil Hindu serta tempat ibadah lainnya, dan dengan cepat menyelesaikan kerusuhan.

Das mengatakan tidak ada ketegangan antara polisi dan mahasiswa yang sedang menjalankan tugasnya.

Serang Minoritas

Yunus yang merupakan pemimpin sementara yang sekarang menjalankan pemerintahan di Bangladesh, mengatakan bahwa pemerintahnya telah mencatat keprihatinan besar terhadap beberapa serangan terhadap umat Hindu dan kelompok minoritas lainnya .

Dalam pernyataan resmi pertamanya pada 11 Agustus malam, pemerintahan sementara mengatakan mereka akan berupaya menemukan cara untuk menyelesaikan serangan keji tersebut .

Umat ????Hindu di Bangladesh berjumlah sekitar 8 persen dari 170 juta penduduk negara itu. Mereka sering menjadi sasaran kekerasan selama masa pergolakan. Ratusan orang telah tiba di perbatasan India sejak pekan lalu, meminta untuk menyeberang.

Pimpinan Jamaat, partai Islam terbesar di Bangladesh, mengatakan pihaknya akan bertemu dengan perwakilan komunitas Hindu dan pemimpin minoritas lainnya pada 12 Agustus dalam upaya meredakan ketegangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.