- Home
-
- Megapolitan
-
- Sekolah Hortikultura Terin...
Sekolah Hortikultura Terintegrasi Dimatangkan
Selasa, 13 Agu 2024, 03:31 WIBTANGERANG - Program unggulan bernama "Sekolah Lapang Produk Pertanian Hortikultura" secara terintegrasi mulai Oktober 2024 terus dimatangkan. "Pemprov Banten akan membuat sekolah lapang untuk cabai dan bawang. Itu nanti akan groundbreaking awal Oktober," kata Kepala Dinas Pertanian Banten, Agus M Tauchid.
Dia mengatakan ini usai menghadiri pemecahan rekor Muri penanaman cabai di Kabupaten Tangerang, Senin (12/8). Dia menuturkan, dalam program sekolah lapang akan dikembangkan komoditas pertanian hortikultura seperti cabai dan bawang. Untuk itu, telah disiapkan lahan seluas 12.000 hektare.
"Hasil akhirnya, nanti diolah dan dipanen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sekarang sudah diawali oleh Pemkab Tangerang dalam penanaman ribuan bibit cabai," jelasnya. Agus menyebutkan, metode sekolah lapang tersebut tidak hanya fokus untuk peningkatan produktivitas tanaman, tapi juga dirancang buat membantu petani meningkatkan keterampilan.
Selain itu, juga untuk pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan dan adaptasi terhadap perubahan iklim. "Kita buktikan bahwa cabai, bukan lagi penyebab inflasi di Banten. Nanti harga cabai akan normal," tuturnya.
Dinas Pertanian Provinsi Banten juga mengapresiasi inisiasi gerakan tanam hortikultura secara serentak yang dilakukan Tangerang. Dia juga melihat bahwa posisi Kabupaten Tangerang sangat strategis. Wilayah ini memiliki daya tawar tinggi. Tanaman produktif akan mampu menjawab kebutuhan warga.
Terima Penghargaan
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, berhasil menerima penghargaan rekor Muri atas kesuksesan dalam menggerakkan penanaman cabai terbanyak di dunia.
Wakil Direktur Utama Muri, Oscar Semesta Susilo, di Tangerang, Senin menyampaikan bahwa pemberian penghargaan karena keberhasilan penanaman hortikultura dengan melibatkan ratusan ribu siswa-siswi dan masyarakat.
"Di belahan dunia lain belum ada pemerintahan yang menanam cabai terbanyak," tutur Oscar. Menurutnya, dengan gerakan menanam 141.700 bibit cabai yang dilaksanakan secara serentak di 29 kecamatan serta 107 sekolah dasar.
"Karena ini belum terjadi di negara lain, makanya kami berikan penghargaan. Kami berharap gerakan penanaman pangan tersebut bisa membantu dalam menekan laju inflasi," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Asep Jatmika Sutrisno, menambahkan, penanaman cabai melibatkan 107 sekolah, 174 desa/kelurahan, 29 kecamatan, dengan 141.700 bibit.
"Kita lakukan secara serentak bersama ratusan desa, kelurahan, serta sekolah dasar," tutur Asep. Menurut Asep, program tanam pangan hortikultura cabai dilakukan sekaligus sebagai upaya meningkatkan masa tanam serta menekan laju inflasi.
"Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan stabilitas harga cabai rawit serta menurunkan laju inflasi," ujarnya. Selain itu, gerakan penanaman pangan tersebut untuk mengaplikasikan proyek penguatan Pancasila. Ini merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk menciptakan solusi permasalahan lingkungan di sektor pendidikan. wid/Ant/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Studi IBM Ungkap 45% Konsumen Gunakan AI untuk Belanja Idulfitri
-
Anda Mau Mudik? Simak Info Ini, Tol Cikampek Ramai Lancar hinggal Sabtu Sore
-
Taktik Timnas Indonesia Racikan Herdman Diuji saat Kontra St. Kitts & Nevis di FIFA Series
-
Takeda, IFRC dan PMI Luncurkan Aliansi “United Against Dengue” di Indonesia, Perluas Upaya Regional dalam Memperkuat Ketahanan Masyarakat
-
Telkomsel dan WeTV Menghadirkan Kejutan Bagi Pelanggan Setia.
-
PT KAI Daop 4 Semarang Siapkan Dua KA Lebaran Tambahan
-
Jelang Ramadan, Pertamina Tambah 100.000 Tabung Elpiji 3 Kg untuk Jambi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.