- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ratusan Wanita dan Anak-an...
Ratusan Wanita dan Anak-anak yang Diculik Kelompok Boko Haram Dibebaskan
Senin, 08 Jun 2026, 00:03 WIBDARUL JAMAL - Ratusan orang yang diculik oleh Boko Haram awal tahun ini dari sebuah desa di negara bagian Borno, Nigeria timur laut, dibebaskan pada akhir pekan, kata seorang senator dan pemimpin pemuda setempat pada hari Minggu (7/6).
Dari France 24, penculikan, seringkali untuk tebusan, telah menjadi taktik utama para jihadis Boko Haram dalam pemberontakan mereka selama 17 tahun melawan negara Nigeria , yang sebagian besar terkonsentrasi di timur laut.
Samaila Kaigama, presiden Aliansi Pemuda Borno Selatan (BOSYA), mengatakan kelompoknya "telah mengamankan pembebasan seluruh 416 perempuan dan anak-anak yang diculik dari Ngoshe".
Mereka dibebaskan pada hari Sabtu, kata Kaigama kepada wartawan.
Mohammed Ali Ndume, seorang senator dari Borno, membenarkan pembebasan tersebut kepada AFP.
Belum jelas bagaimana pembebasan para korban tersebut berhasil dijamin.
Namun secara terpisah, militer mengatakan telah melakukan "operasi penyelamatan yang dipimpin oleh intelijen" yang membebaskan 360 orang.
Para korban ditahan oleh militan Boko Haram "dalam kondisi yang buruk setelah diculik dari beberapa komunitas, khususnya di wilayah Ngoshe", demikian pernyataan tersebut.
"Sayangnya, dua bayi meninggal karena kelelahan akibat penahanan yang berkepanjangan dan medan yang sulit," kata Daniel Bwala, juru bicara Presiden Bola Tinubu , di media sosial.
Pernyataan militer tersebut mengatakan bahwa pasukan telah mengumpulkan intelijen dan menggunakan "operasi psikologis" untuk menabur "ketidakpercayaan di dalam barisan pemberontak" sebelum "dimulainya fase penyerangan".
Para militan menuntut uang tebusan jutaan naira untuk para sandera Ngoshe.
Pihak berwenang di Nigeria membantah membayar uang tebusan, meskipun para analis mengatakan itu adalah praktik umum, baik oleh pemerintah maupun keluarga korban.
Berbagai kelompok bersenjata di Nigeria, termasuk kelompok jihadis, geng "bandit", dan separatis, telah menciptakan krisis penculikan di seluruh negeri yang menghasilkan sekitar 1,66 juta dolar AS dalam bentuk uang tebusan antara Juli 2024 dan Juni 2025, menurut laporan dari SBM Intelligence, sebuah perusahaan konsultan yang berbasis di Lagos.
Ngoshe terletak kurang dari 10 kilometer dari perbatasan Kamerun di perbukitan Gwoza, benteng Boko Haram, dan telah berulang kali menjadi sasaran serangan.
Sejak meletus pada tahun 2009 dengan pemberontakan Boko Haram, pemberontakan jihadis di Nigeria, yang telah melahirkan berbagai kelompok bersenjata, telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kampung Siaga Bencana Hadir di Makassar, Ini Upaya Baru Lindungi Warga
-
Kejagung Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Delpedro dan Kawan-kawan di Kasus Demonstrasi Agustus 2025
-
Kementan Targetkan Efisiensi Anggaran Subsidi Pupuk hingga 20 Persen
-
Putin: Russia Siap Pasok Minyak dan Gas ke Eropa Jika Diminta
-
RI dan Jepang Makin Kompak Garap Energi Bersih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.