Pendekatan Terintegrasi Jadi Kunci Peningkatan Kualitas Layanan Ortopedi Nasional
Selasa, 09 Jun 2026, 09:18 WIBJAKARTA â Upaya memperkuat layanan orthopaedi di Indonesia terus dilakukan melalui pengembangan teknologi, kolaborasi multidisiplin, dan peningkatan kompetensi tenaga medis. Hal itu tercermin dalam penyelenggaraan Siloam Orthovolution 2026: Symposium & Live Surgery yang digelar di Jakarta pada hari Sabtu (6/6).
Acara bertema âTransforming Orthopaedic Care Through Innovationâ tersebut menjadi forum orthopaedi berskala besar pertama yang diselenggarakan di lingkungan rumah sakit Siloam. Kegiatan ini menghadirkan 14 pembicara nasional dan internasional, lebih dari 200 dokter dan tenaga kesehatan, tiga sesi operasi langsung (live surgery), serta testimoni dari sejumlah pasien.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah transformasi Siloam Hospitals Mampang menuju pusat layanan orthopaedi terintegrasi yang ditargetkan menjadi salah satu rujukan nasional dalam penanganan gangguan tulang, sendi, otot, dan sistem muskuloskeletal.
Presiden Direktur Siloam International Hospitals, David Utama, mengatakan forum ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat layanan unggulan di bidang orthopaedi. Melalui acara tersebut pihaknya ingin menghadirkan standar layanan ortopedi yang kuat melalui keunggulan klinis, inovasi teknologi, dan kolaborasi multidisiplin.
âMelalui Siloam Orthovolution 2026, kami ingin menghadirkan standar layanan ortopedi yang semakin kuat melalui keunggulan klinis, inovasi teknologi, dan kolaborasi multidisiplin,â ujarnya pada kesempatan tersebut.
Menurut David, penguatan layanan tersebut diharapkan dapat memperbesar peran rumah sakit sebagai pusat layanan ortopedi yang modern, komprehensif, dan berorientasi pada hasil klinis terbaik bagi pasien.
Sementara itu, CEO Siloam Hospitals Mampang, Ratih Hadiwinoto, menegaskan bahwa rumah sakit tersebut terus mengembangkan layanan orthopaedi sebagai salah satu keunggulan utama. Ia menyebut kehadiran pakar orthopaedi dari Australia, Peter Gifford, bersama sejumlah pembicara nasional menjadi kesempatan penting untuk memperluas transfer pengetahuan dan memperkuat kualitas pelayanan.
Didukung Teknologi dan Kolaborasi Berbagai Disiplin
Dalam transformasinya, rumah sakit memperkuat layanan ortopedi melalui pendekatan yang mencakup seluruh perjalanan pasien, mulai dari pemeriksaan awal, diagnosis, penentuan terapi, tindakan medis, hingga rehabilitasi dan pemulihan.
Pendekatan tersebut melibatkan kerja sama berbagai disiplin, seperti dokter spesialis orthopaedi, rehabilitasi medik, radiologi, anestesi, perawat, fisioterapis, serta tenaga kesehatan lainnya.
Selain itu, berbagai fasilitas penunjang juga dikembangkan, seperti layanan diagnostik dan radiologi, sports performance center, ruang operasi modern, teknologi robotic-assisted surgery, navigasi bedah, prosedur minimal invasif, hingga terapi regeneratif berbasis stem cell dan orthobiologics.
Pendiri layanan ortopedi rumah sakit tersebut, Andri M. T. Lubis, menilai perkembangan teknologi orthopaedi perlu diterjemahkan menjadi praktik klinis yang aman dan memberikan manfaat nyata bagi pasien.
âMelalui forum ini, kami ingin membangun ruang pembelajaran yang ilmiah dan aplikatif agar berbagai inovasi dapat diterapkan secara tepat dalam pelayanan pasien,â katanya.
Pandangan serupa disampaikan oleh Henry Suhendra. Menurutnya, layanan orthopaedi tidak selalu berakhir pada tindakan operasi. Terapi konservatif, program rehabilitasi yang terarah, dan pemantauan berkelanjutan juga memiliki peran penting dalam proses pemulihan pasien, tergantung pada kondisi yang dihadapi.
Fokus pada Pemulihan dan Kualitas Hidup Pasien
Keberhasilan layanan ortopedi, menurut para praktisi, tidak hanya diukur dari keberhasilan tindakan medis, tetapi juga dari kemampuan pasien untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri dan nyaman.
Salah satu pasien penggantian sendi lutut total (Total Knee Replacement/TKR), Iskandar Abubakar, mengaku sempat merasa khawatir sebelum menjalani prosedur tersebut. Namun, pendampingan dan penjelasan yang diterimanya selama proses perawatan membuatnya lebih yakin menjalani terapi.
âYang paling berarti bagi saya adalah merasa didampingi, bukan hanya saat tindakan, tetapi juga dalam proses untuk bisa kembali bergerak dan beraktivitas dengan lebih baik,â ujarnya.
Pengalaman positif juga dirasakan Vera, pasien yang menjalani penggantian sendi lutut pada kedua kaki (bilateral knee replacement). Tiga bulan setelah operasi, ia telah kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan bahkan mampu mengikuti kompetisi olahraga hingga meraih kemenangan.
Pengalaman para pasien tersebut menunjukkan bahwa layanan orthopaedi modern tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga pada proses pemulihan jangka panjang yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Melalui penyelenggaraan Siloam Orthovolution 2026, rumah sakit tersebut menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan layanan ortopedi yang lebih maju, terintegrasi, dan berpusat pada kebutuhan pasien, sehingga semakin banyak masyarakat dapat kembali bergerak aktif dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.
- Teknologi Medis
- layanan kesehatan
- Stem Cell
- ortopedi
- kesehatan tulang
- rumah sakit
- sel punca
- Bedah Ortopedi
- Siloam Hospitals
- Kesehatan Sendi
- Rehabilitasi Medik
- live surgery
- robotic surgery
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Rute TransJakarta 9H Diperpanjang! Depok Makin Terhubung ke Jakarta
-
Krisis Energi Menghantui: Australia Jamin Stok Bahan Bakar Aman
-
Panglima TNI Hadiri Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H MUI
-
Endeavor Indonesia Rilis 13 Startup Tunjukkan Ketahanan di Tengah Tekanan Global. Apa Saja?
-
IMF Waspadai Risiko AI Global
-
Puskesmas Ranai Natuna Membuka Layanan Kesehatan Pesona Negeri
-
Memperkuat Peran Perawat pada Transformasi Layanan Kesehatan Masyarakat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.