Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Hasil Panen Perdana Varietas Padi Adaptif Iklim yang Dikembangkan UGM di Lombok Tengah

📅 Selasa, 13 Agu 2024, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini Hasil Panen Perdana Varietas Padi Adaptif Iklim yang Dikembangkan UGM di Lombok Tengah Doc: ANTARA/HO-Distanbud NTB
Ket. Kegiatan panen padi perdana varietas Gamagora 7 di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin (12/8/2024).

Mataram - Varietas padi adaptif iklim Gamagora 7 yang dikembangkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Bank Indonesia cabang Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai dipanen di Lombok Tengah.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Taufieq Hidayat mengatakan acara panen perdana itu berada di Dusun Batu Baleq, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

"Usia panen padi pada hari ke-90," ujarnya di Mataram, NTB, Senin.

Varietas padi Gamagora 7 itu ditanam pada ubinan 2,5 x 2,5 atau sekitar 6,25 meter persegi. Hasil penanaman didapatkan berat 7,6 kilogram gabah kering panen dengan angka produksi sekitar 12 ton per hektare.

Gamagora 7 merupakan akronim varietas padi Gadjah Mada Gogo Rancah 7. Varietas padi tersebut mendapat julukan padi amfibi yang memiliki karakter unggul adaptif terhadap perubahan iklim.

Sejak 2006, peneliti UGM telah melakukan riset varietas padi untuk mendapatkan benih padi yang mampu hidup dan bertahan di lahan kering maupun lahan sawah.

Setelah 17 tahun berselang, perakitan padi Gamagora 7 yang berasal dari induk padi Rajalele mendapat surat keputusan pelepasan varietas dari Kementerian Pertanian pada tahun 2023 lalu.

Varietas Gamagora 7 tak hanya adaptif terhadap perubahan iklim tetapi juga tahan terhadap hama wareng, hawar daun bakteri, dan penyakitblashingga umur panen yang pendek sekitar 104 hari.

Selain menghadiri acara panen perdana varietas padi Gamagora 7, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Taufieq Hidayat juga menyaksikan pemasangan bantuan pompa air untuk mengairi lahan-lahan pertanian yang kering akibat musim kemarau di Lombok Tengah.

Nusa Tenggara Barat memiliki 1,4 juta hektare lahan pertanian yang setara dengan 73 persen dari luas lahan daratan di wilayah tersebut.

Luas lahan baku sawah kini berada pada angka 234 ribu hektare yang mampu membuat Nusa Tenggara Barat selalu surplus beras setiap tahun.

Pada 2023, jumlah produksi padi Nusa Tenggara Barat mencapai 1,54 juta ton gabah kering giling dengan luas luas areal panen sekitar 287,51 ribu hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.