Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Pendarahan Ibu Saat Melahirkan dengan Edukasi Bidan

📅 Selasa, 13 Agu 2024, 20:48 WIB | Oleh:
Cegah Pendarahan Ibu Saat Melahirkan dengan Edukasi Bidan Doc: istimewa
Ket. Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia & Peneliti Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada. dr. R. Detty Siti Nurdiati Z, MPH., Ph.D., Sp.OG (K), menyampaikan materi dalam konferensi pers edukasi dengan tema Bidan Sebagai Aktor Utama Pencegahan dan Tatalaksana Perdarahan Pascapersalinan di Jakarta Selasa (13/8).

JAKARTA - Indonesia sedang menghadapi tantangan serius dalamkesehatan ibu. Hal ditandai dengan tingginya angka kematian ibu saat melahirkan, dengan angka mencapai 189 kematian per 100.000 kelahiran hidup, menempatkan Indonesia pada peringkat kedua tertinggi di ASEAN.

Penyebab utama kematian ibu di Indonesia saat melahirkan adalah perdarahan. Kondisi ini seringkali dipicu oleh anemia atau kekurangan darah, akibat kekurangan zat besi membuat tubuh tidak mampu menghasilkan hemoglobin (Hb). ·

Untuk mencegahnya, para bidan sebagai garda depan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak bak perlu dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat. Mereka dinilai sering menjadi satu-satunya tenaga kesehatan yang dapat diakses oleh banyak perempuan, terutama di daerah-daerah terpencil.

Untuk mengatasi masalah ini, United Nations Population Fund (UNFPA) menggandeng Ikatan Bidan Indonesia (IBI) serta didukung oleh Danone Indonesia menginisiasi rangkaian kegiatan edukasi dengan tema Bidan Sebagai Aktor Utama Pencegahan dan Tatalaksana Perdarahan Pascapersalinan.

"Dengan memberikan pelatihan yang tepat dan dukungan yang memadai, bidan dapat mencegah komplikasi kehamilan, termasuk perdarahan hebat setelah melahirkan," kata Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan - Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia & Peneliti Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada. dr. R. Detty Siti Nurdiati Z, MPH., Ph.D., Sp.OG (K), dalam konferensi pers rencana edukasi tersebut di Jakarta pada hari Selasa (13/8).

Rangkaian edukasi ini bertujuan untuk mendukung dan memperkuat kapasitas para Bidan di Indonesia tentang pentingnya penanganan permasalahan kurangnya zat besi bagi perempuan dan anak untuk mencegah Anemia Defisiensi Besi (ADB). Gangguan ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami remaja perempuan dan ibu hamil.

"Hal tersebut penting dilakukan sebagai upaya untuk memastikan keberlangsungan generasi mendatang yang sehat demi tercapainya Generasi Emas Indonesia 2045," ujar dr. Detty

Penurunan angka kematian ibu dan anak di Indonesia merupakan tugas bersama, terutama bagi lima komponen penting negara yaitu pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media. Kolaborasi pentahelix seperti kegiatan edukasi yang diinisiasi oleh UNFPA bersama dengan IBI dan Danone ini diharapkan menjadi solusi kreatif untuk mengatasi masalah kesehatan ibu yang mendesak.

Oleh karena itu, kolaborasi multi-sektoral menjadi hal yang penting, khususnya memenuhi peran industri dalam memerangi anemia, yang merupakan faktor risiko signifikan terhadap perdarahan postpartum.

"Pendarahan obstetri pascapersalinan masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar pada ibu pascapersalinan. Setiap persalinan dapat menyebabkan pendarahan. Oleh sebab itu, setiap bidan yang siap menangani persalinan, harus siap juga menangani perdarahan pascapersalinan," tambahnya.

Ia menekankan pentingnya melakukan tindakan preventif seperti skrining faktor risiko, tindakan pencegahan dan penegakan diagnosis sebagai langkah pertama yang krusial dalam mencegah PPH. Dengan melakukan tindakan preventif yang tepat, risiko kematian ibu dapat dikurangi secara signifikan. Beliau juga mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam menurunkan angka PPH di Indonesia.

Investasi pada bidan adalah kunci transformasi sistem kesehatan menuju ketahanan dan inklusivitas. Dengan memperkuat peran bidan, maka dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan, dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Temuan LaporanState of the World's Midwifery(2021) menegaskan bahwa bidan adalah pilar utama dalam sistem kesehatan yang tangguh. Namun, tantangan masih besar. Kesenjangan kualitas pelayanan, terutama di daerah terpencil, serta ancaman seperti perdarahan pascapersalinan (PPH) mengharuskan kita untuk memperkuat sistem pendidikan dan pelatihan bidan, serta meningkatkan akses terhadap fasilitas kesehatan yang memadai.

Jamiliatus Sa'Diyah, seorang bidan dan influencer, menekankan pentingnya dukungan yang memadai bagi para bidan di seluruh Indonesia dalam upaya menurunkan angka kematian, khususnya kematian yang disebabkan perdarahan pascapersalinan pada ibu. Untuk mencapai tujuan ini, perlu memastikan bahwa setiap ibu memiliki akses yang mudah terhadap pelayanan kesehatan berkualitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

18 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.