Raja Charles Akhirnya Buka Suara terkait Kerusuhan di Inggris
📅 Sabtu, 10 Agu 2024, 09:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Brittanica
LONDON - Raja Charles III pada hari Jumat (9/8) menyampaikan komentar pertamanya tentang kerusuhan yang mengguncang kota-kota Inggris, memuji pekerjaan polisi dalam mengatasi kerusuhan.
Raja Charles dan Ratu Camilla menyampaikan belasungkawa kepada keluarga tiga anak perempuan yang terbunuh dalam insiden penusukan massal pada tanggal 29 Juli. Namun Istana Buckingham belum mengomentari kerusuhan yang terjadi hampir setiap hari setelahnya.
Raja memuji polisi dan layanan darurat Inggris "atas semua yang mereka lakukan untuk memulihkan perdamaian di wilayah-wilayah yang dilanda kekacauan kekerasan", menurut juru bicara Istana Buckingham.
Ia berharap "nilai-nilai bersama berupa rasa saling menghormati dan pengertian akan terus memperkuat dan mempersatukan bangsa", imbuh juru bicara.
Banyak pengamat ingin melihat apakah raja, yang sedang dalam liburan musim panas tahunannya di Skotlandia, akan mengakhiri sikap diamnya terhadap gangguan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ratusan orang telah ditangkap dalam kerusuhan yang terjadi hampir setiap malam yang melanda sejumlah kota di Inggris dan Irlandia Utara dan yang oleh pihak berwenang disalahkan pada agitator sayap kanan.
Para pejabat mengatakan para perusuh memanfaatkan pembunuhan tiga anak perempuan di kota pesisir barat laut Inggris, Southport, untuk melancarkan protes rasis dan Islamofobia. Tersangka yang dituduh melakukan pembunuhan itu lahir di Inggris.
Secara tradisional, raja tidak mengomentari apa pun yang dapat menimbulkan kontroversi politik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Keir Starmer dan kepala polisi, raja mengatakan, dia "sangat terdorong semangatnya" oleh reaksi "yang melawan agresi dan kriminalitas dari segelintir orang dengan belas kasih dan ketahanan dari banyak orang".
Meskipun polisi tambahan telah disiagakan, ada banyak demonstrasi tandingan di kota-kota tempat protes sayap kanan telah direncanakan.
Momen Berbahaya
Seruannya untuk persatuan itu dikeluarkan setelah keheningan yang sempat meresahkan sejumlah pengamat kerajaan.
"Saya heran mengapa raja sebagai kepala negara tidak bertindak lebih tegas, mengingat ini saat yang genting bagi Kerajaan Inggris," kata sejarawan dan komentator kerajaan Ed Owens sebelum pernyataan itu dirilis.
Namun, menurut pakar hukum tata negara Craig Prescott, "kerajaan tidak mengomentari peristiwa politik terkini". Mendiang Ratu Elizabeth II tetap bungkam selama gelombang kerusuhan terakhir yang mengguncang Inggris pada tahun 2011.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!