Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Badan Geologi Imbau Warga untuk Waspadai Guguran Lava Gunung Karangetang

📅 Jumat, 09 Agu 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badan Geologi Imbau Warga untuk Waspadai Guguran Lava Gunung Karangetang Doc: ANTARA/HO-PVMBG
Ket. Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Manado - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau warga agar mewaspadai guguran lava Gunung Karangetang di Pulau Siau Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara setelah erupsi beberapa waktu lalu.

"Akumulasi material hasil erupsi efusif yang berada di lembah-lembah jalur luncuran/guguran lava pijar berpotensi menjadi guguran lava ke bagian hilir," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) P Hadi Wijaya dalam laporan aktivitas Gunung Karangetang periode 1-15 Agustus 2024 di Manado, Kamis.

Kondisi ini, kata dia, memerlukan kewaspadaan masyarakat yang tinggal di sekitarnya serta masyarakat yang akan melintasi lembah/sungai juga perlu diwaspadai terjadinya lahar di waktu hujan di puncak.

Dari pengamatan visual kata dia, umumnya cuaca cerah hingga hujan, gunung api kadang tertutup kabut sementara pada saat cerah teramati asap kawah putih dengan intensitas sedang hingga tebal.

Tinggi kolom asap maksimum mencapai 100 meter di atas puncak, angin lemah hingga sedang ke arah timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat dan barat laut.

Terjadi guguran lava, namun secara visual jarak dan arah luncur tidak teramati, kondisi kawah utara kadang teramati asap kawah setinggi maksimum 50 meter di atas puncak, kondisi lainnya belum tampak.

Hadi dalam laporan tersebut mengatakan,kegempaan pada periode tersebut terekam satu kali gempa guguran, enam kali gempa hybrid/fase banyak, dua kali gempa vulkanik dangkal, 14 kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, satu kali gempa terasa dan 77 kali gempa tektonik jauh.

Hasil evaluasi menyebutkan kondisi visual tidak teramati adanya kejadian guguran/erupsi efusif, sementara dari seismisitas jenis gempa dangkal seperti gempa hybrid/fase banyak mendominasi kegempaan Gunung Karangetang.

Selanjutnya, gempa vulkanik masih terekam, aktivitas vulkanik Gunung Karangetang masih terjadi di bagian dalam.

Dia berharap, masyarakat mewaspadai adanya awan panas guguran dimana kubah lava lama masih ada di puncak yang sewaktu waktu dapat rubuh bersamaan dengan keluarnya lava.

Karakteristik awan panas guguran Gunung Karangetang terjadi dari penumpukan material lava yang gugur/longsor, serta kejadian lahar di waktu hujan di puncak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

49 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.