Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Stimulasi, Sosialisasi, dan Asupan Nutrisi Faktor Pendukung Perkembangan  Otak Anak

📅 Rabu, 07 Agu 2024, 20:19 WIB | Oleh:
Stimulasi, Sosialisasi, dan Asupan Nutrisi Faktor Pendukung Perkembangan  Otak Anak Doc: istimewa
Ket. Foto ilustrasi anak pra sekolah formal. Pada usia 5 tahun pertama kehidupan adalah periode emas di mana perkembangan otak si kecil hampir terbentuk sepenuhnya di usia tersebut. Terdapat tiga faktor pendukung yang diperlukan untuk perkembangan otak dan kognitif anak, yaitu stimulasi, sosialisasi, dan asupan nutrisi.

JAKARTA - Memasuki tahun ajaran baru, hari pertama sekolah menjadi tantangan baru untuk anak, terutama bagi yang berada di usia 5 tahun pertama yang akan memasuki jenjang pendidikan formal. Penting dipahami bahwa usia 5 tahun pertama kehidupan adalah periode emas di mana perkembangan otak si kecil hampir terbentuk sepenuhnya di usia tersebut.

Pondasi awal belajar, perilaku dan keterampilan seperti ingatan atau logika dan penalaran, juga berkembang terutama di periode ini. Pada periode ini akan membentuk dasar perkembangan otak untuk masa remaja dan dewasa.

Dokter spesialis anak dr. Kartika Eda Clearesta, Sp.A, mengatakan sebesar 90 persen perkembangan otak terjadi pada usia 5 tahun. Tidak ada periode lain dalam kehidupannya yang memiliki dampak yang sangat signifikan selain pada periode itu.

"Otak anak di periode emas ini berkembang sangat pesat, memang dipersiapkan untuk belajar dan menyerap informasi sebanyak mungkin," ujar dia melalui keterangan tertulis pada hari Rabu (7/8).

Ia menyarankan, orang tua sebaiknya tidak melewatkan periode penting ini sebagai persiapan awal saat akan mulai bersekolah agar anak menjadi lebih cerdas dan berani nantinya. Perkembangan otak dan kognitif anak yang optimal dapat mendukung anak untuk beradaptasi dan mengembangkan kemampuan yang diperlukan untuk mencapai prestasi.

"Ada tiga faktor pendukung yang diperlukan untuk perkembangan otak dan kognitif, yaitu stimulasi, sosialisasi, dan asupan nutrisi," kata dr. Kartika.

Pengalaman sensorik dan motorik pada awal kehidupan dapat memengaruhi perkembangan otak hingga dewasa. Sebagai stimulasi orang tua dapat mengajak anak bermain dan belajar bersama, seperti membaca buku sebelum tidur atau bermain di taman untuk menstimulasi perkembangannya.

Sosialisasi bisa berupa hubungan yang suportif, peduli, dan konsisten antara anak dan orang tua. Hal ini menjadi kunci bagi perkembangan otak yang sehat. Hubungan antara teman sebaya, terutama saat bermain, juga dapat memengaruhi perilaku dan kompetensi sosial saat dewasa.

Perkembangan otak anak dapat dioptimalkan dengan pemenuhan nutrisi-nutrisi yang berperan penting dalam perkembangan otak sejak awal masa kehidupan hingga usia 5 tahun. Selain stimulasi kognitif, nutrisi lengkap perlu diberikan pada masa-masa penting ini.

Nutrisi penting seperti DHA, Omega 3, Omega 6, Zat besi, dan Vitamin C termasuk nutrisi esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dalam jumlah optimal sehingga perlu menambahkan asupan yang kaya akan nutrisi ini, seperti susu pertumbuhan. Asupan nutrisi lengkap dan penting seperti DHA, Omega 3, Omega 6, Zat besi dan Vitamin C dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak.

Jika tidak mendapat asupan nutrisi yang cukup, ia berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang. Terlebih lagi asupan zat besi yang cukup pada anak usia sekolah terbukti secara signifikan meningkatkan kecerdasan, konsentrasi, dan daya ingat, lebih tinggi dibandingkan anak tanpa asupan zat besi yangcukup.

"Selain itu, Asam lemak Omega 3, merupakan jenis asam lemak esensial yang diperlukan tubuh terutama untuk perkembangan otak si kecil dan bisa didapatkan dari minyak ikan atau susu pertumbuhan," jelas dr. Kartika.

Menurut Brand Manager SGM Eksplor 3Plus, Olivia M. Tjiptoputri mengatakan SGM Eksplor senantiasa mendampingi Bunda di Indonesia dalam mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan si kecil di masa 5 tahun pertamanya, termasuk di saat penting ia masuk sekolah. Melalui komitmen ini perusahaan mendukung Generasi Maju Indonesia, SGM Eksplor menghadirkan dan mengembangkan inovasi produk untuk berbagai tahapan usia si kecil.

"Untuk mendukung si kecil yang siap belajar, SGM Eksplor 3Plus yang diformulasikan khusus dengan satu-satunya kandungan IronC kombinasi unik Zat Besi dan Vitamin, yang berguna untuk dukung penyerapan zat besi hingga dua kali lipat," paparnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.