Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Waspadai Risiko Resesi Ekonomi AS

📅 Rabu, 07 Agu 2024, 08:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Waspadai Risiko Resesi Ekonomi AS Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah akan terus mengantisipasi risiko dampak resesi perekonomian Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia. Pemerintah menilai pelemahan ekonomi AS semestinya bisa dioptimalkan untuk menggenjot perekonomian nasional.

"Kami sudah antisipatif. Tentunya ini akan terus kami pantau dengan dekat," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa (6/8).

Kinerja perekonomian AS hingga sejauh ini berada di bawah ekspektasi. Tingkat pengangguran tercatat lebih tinggi dari yang diperkirakan, bahkan mencapai level tertinggi dalam tiga tahun, yakni sebesar 4,3 persen pada Juli 2024.

Kondisi itu membuat suku bunga The Fed atau Fed Fund Rate (FFR) diperkirakan bakal turun lebih awal.

Namun, Febrio melihat pelemahan itu bisa menjadi peluang bagi Indonesia. Menurunnya suku bunga acuan AS dapat berdampak positif terhadap aliran modal di Indonesia.

"Kalau kebijakan suku bunga diturunkan, akan membuat tekanan aliran modal ke luar (capital outflow) bisa berkurang. Artinya, tingkat suku bunga kita di dalam negeri akan relatif cukup menarik bagi investor," ujar dia.

Di sisi lain, turunnya suku bunga The Fed juga bisa berdampak positif terhadap pembiayaan utang Indonesia. Meski kebijakan suku bunga The Fed belum berubah, suku bunga 10 tahun US Treasury sudah menurun cukup tajam sekitar 3,7 persen.

Kondisi itu, menurut Febrio, berdampak positif terhadap suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) yang telah turun ke 6,77 persen. Karena itu, dia berpendapat Indonesia masih memiliki peluang yang positif di tengah risiko resesi AS.

"Ini yang harus kita pastikan dan kawal, supaya kalibrasi kebijakan dalam negeri kita dalam memastikan ketidakpastian ini tidak berdampak negatif bagi kita. Tapi bagaimana kondisi ini kita gunakan untuk mendapatkan peluang memperbaiki struktur pembiayaan kita," jelas Febrio.

Diprediksi Melambat

Sementara itu, Senior Economist Bank DBS Radhika Rao meyakini perekonomian AS tidak akan mengalami resesi. Menurutnya, perekonomian AS hanya akan mengalami perlambatan pada semester II-2024.

Menurutnya, perlambatan ekonomi AS tidak akan berdampak terlalu signifikan bagi perekonomian Indonesia. "Ekonomi AS diperkirakan tidak akan terlalu buruk karena AS masih menambah jumlah pekerjanya," ujar Radhika dalam Diskusi Media DBS di Jakarta, kemarin.

Dari sisi bisnis, dia menyebut perlambatan ekonomi AS tidak akan berdampak terlalu signifikan juga, dikarenakan mitra besar perdagangan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah diambil alih oleh Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Olahraga
Bukan Soal Taktik, Ini Pesa...
Olahraga
Arab Saudi Diam-Diam Hentik...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.